Review Film "BLIND MOUNTAIN", Rahasia Perdagangan Manusia








                                                   Blind Mountain | 2007 | 1h 35m
 Genre : Drama, Crime | Negara: China |
 Pemeran:  Huang Lu, Yang You'an,  Zhang Yuling, dll
IMDB : 7.5/10

Kesulitan dalam mencari pekerjaan adalah masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa yang baru lulus dari perguruan tinggi. Bai Xuemei (Lu Huang) yang baru lulus dari sekolahnya, mencoba mencari pekerjaan untuk bisa membiayai sekolah adiknya dan membayar hutang orang tuanya atas biaya sekolah dirinya. Bai Xueming terus mencari pekerjaan kesana kemari hingga dirinya bertemu dengan seorang yang menawari dirinya sebuah pekerjaan dengan bayaran yang lumayan yaitu menjadi penjual obat – obat herbal. “Rekan kerja”nya membawanya untuk membeli obat herbal yang akan mereka jual kembali. Mereka menetap di sebuah hotel, sebelum akhirnya pergi ke sebuah desa  di Qin Mountains, Shaanxi province dengan alasan mendapatkan informasi bahwa terdapat obat langka disana. Desa tersebut sangat terpencil, membutuhkan waktu berjam – jam untuk bisa sampai disana, jalannya pun cukup sulit, melewati banyak jurang, hutan, dan pegunungan.

Sesampainya disana, banyak penduduk desa yang berkerumun menyambut kedatangan mereka. Sebenarnya cukup mencurigakan, ketika kedatangan mereka begitu disambut dengan rasa ingin tahu yang tinggi. “Rekan kerja” Bai pun meninggalkannya sendiri di desa itu dan meminta dirinya untuk menjaga barang – barang mereka. Mereka mengatakan akan memetik tanaman obat langka tersebut dan Bai menunggu di desa. Hari semakin larut, Bai terbangun dalam sebuah kamar di salah satu rumah warga. Dirinya tidak mengetahui mengapa bisa di rumah tersebut dan semua dokumen pribadi seperti identitas dan dokumen lainnya telah hilang. Rekan kerjanya pun tidak kembali ke desa itu. Akhirnya Bai pun tersadar bahwa dirinya telah ditipu dan dijual ke penduduk tersebut untuk dijadikan istri anak mereka.

Bai berusaha menjelaskan kepada keluarga yang telah membelinya bahwa dirinya telah ditipu dan orang yang datang bersamanya bukanlah keluarganya. Mereka tidak perduli dengan yang terjadi pada Bai, karena menganggap Bai telah menjadi milik putranya dengan membayar uang kepada rekan kerja Bai. Bai dikunci dalam sebuah kamar. Keesokan harinya, pesta meriah diadakan untuk merayakan pernikahan mereka. Bai diikat di dalam kamarnya dan tidak dibiarkan untuk keluar. Ada 2 anak kecil melihatnya terikat di dalam kamar, tetapi tidak dapat melakukan apapun untuk membantunya.

Film ini menitikberatkan pada kehidupan Bai yang terisolasi di desa tersebut dan berbagai cara yang dilakukannya untuk bisa kabur dari tempat tersebut. Bai pernah berlari dan melapor kepada Kepala Desa bahwa dirinya telah diculik, tetapi hal tersebut hanya sia – sia belaka. Kepala desa tidak mendengarkannya dan memintanya untuk kembali ke rumah “suaminya”. Bai pun dikurung kembali di dalam kamarnya. Bai pernah meminta pertolongan kepada petugas pajak yang datang kesana, tetapi tidak diperdulikan. Bai akhirnya memilih untuk melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong nadi di tangannya. Percobaan itupun gagal.

Blind Mountain
Bai berusaha untuk bunuh diri

Sekembalinya dari rumah sakit, tetangganya, Chen, mendatanginya. Ternyata Chen memiliki nasib yang sama dengannya. Dirinya sampai di desa tersebut juga melalui perdagangan manusia hingga akhirnya Chen memiliki seorang anak. Tetangganya menasehatinya untuk berhenti memberontak dan menerima yang telah terjadi dengannya. Namun, bukan tanpa sebab, dengan mencoba menerima kejadian tersebut, maka keluarga “suaminya” akan melonggarkan pengawasan terhadapnya dan dia dapat memikirkan untuk kabur dari tempat tersebut.

Blind Mountain
Bai memotong rambutnya dan mencoba berkompromi dengan keadaan

Setelah kedatangan Chen, Bai mulai mengubah sikapnya. Dirinya tidak lagi memberontak secara terang – terangan. Bai memakan makanan yang diberikan dan memakai pakaian yang disediakan untuknya. Bahkan memenuhi kewajibannya sebagai seorang “istri”. Bai tetap berjuang untuk dapat kabur dari desa tersebut, dengan pergi melarikan diri melewati perbukitan, meminta pertolongan dari sepupu suaminya, menulis surat melalui petugas pos, dan lain sebagainya. Namun semua itu terlihat seperti sia – sia, dirinya selalu tertangkap dan kembali di kurung di rumah tersebut. Apakah Bai berhasil untuk melarikan diri dari rumah tersebut?

blind mountain
Bai yang tertangkap dalam percobaan pelariannya

Film ini merupakan sebuah trilogy karya dari Li Yang. Film sebelumnya berjudul Blind Shaft, meski memenangkan beberapa penghargaan di luar negeri, tetapi film ini tidak diperbolehkan untuk diputar di China. Alasan yang disampaikan tidak terlalu jelas, mengingat Film tersebut diambil dari sebuah Novel dan Novel tersebut di terima dengan baik di China. Saya tidak menemukan film tersebut dengan subtitle, sehingga saya mengalami kesulitan untuk melakukan review. Film kedua adalah film Blind Mountain ini. Film ketiga berjudul Blind Way yang akan di review kemudian.

Blind Mountain menjadi film debut bagi Lu Huang sebagai pemeran utama. Lu Huang di cast sebelum lulus dari Beijing Film Academy. Sedangkan untuk pemain lainnya sebagian besar adalah non-professional actor. Sehingga ini pula yang menjadi kelebihan dari Film ini. Gabungan dari pemain amatur dan pemain professional ini tidak menjadikan acting mereka begitu timpang. Malah membuat film yang dibuat dalam format documentary ini terlihat alami. Akting yang dilakukan tidak terlalu berlebihan. Sedangkan kekurangan dari film ini adalah kurang dalamnya Li Yang untuk mengeksplor emosi/perasaan dan kedalaman dari cerita itu sendiri.

Hal ini juga bukan tanpa sebab. Film ini telah melalui banyak sekali edit dan pemotongan scene untuk dapat lolos dan ditayangkan di China. Bahkan Film ini memiliki 2 versi ending yang berbeda. Versi pertama disajikan untuk khalayak umum/internasional, sedangkan versi kedua adalah versi yang ditayangkan di China. Versi kedua dibuat lebih soft dengan ending yang lebih “happy” ending. Sedangkan untuk versi pertama atau versi yang saya review, menurut saya endingnya kurang memberikan kejelasan tentang akhir dari nasib Bai, terkesan menggantung.

Menurut saya, para tokoh di dalam film ini semua merupakan korban penipuan dimana Bai Xuemei jelas ditipu oleh “rekan kerjanya” yang malah menjualnya kepada penduduk desa. Penduduk desa tersebut pun ditipu dengan membeli seseorang yang tidak seharusnya dibeli. Namun, hal tersebut telah menjadi suatu tradisi di desa tersebut. Beberapa wanita didapatkan dari cara yang sama untuk menjadi istri dari penduduk desa demi mendapatkan keturunan. Petugas keamanan/pemerintah pun sulit untuk menggagalkan hal tersebut. Perlu keberanian yang cukup kuat untuk dapat mengubah dan memberikan pemahaman pada hal yang telah dianggap “wajar”.

Tema yang diambil oleh Film ini cukup menarik. Sebab Penipuan ini sering kali terjadi, dengan alasan memberikan pekerjaan malah menjadi korban perdagangan manusia. Hal ini tidak hanya terjadi di China, tetapi juga di negara – negara lainnya. Biasanya karena adanya kebutuhan atau kesulitan ekonomi, seseorang akan mudah tertipu dengan iming – iming gaji besar. Mereka diberitahu bahwa pekerjaan yang mereka lakukan tidak memiliki risiko yang tinggi, dengan melakukan hal yang mudah dapat memperoleh uang yang banyak, fasilitas yang didapat baik, dsb. Sering kali juga, penipu adalah orang terdekat atau orang yang dikenal. Selain itu, untuk meyakinkan korbannya, mereka juga akan berdandan meyakinkan dan mengesankan bahwa mereka telah sukses dengan pekerjaan mereka.

Di Indonesia sendiri, menurut situs usembassy pada tahun 2020 menempati peringkat kedua dalam perdagangan manusia. Serta dalam siaran pers Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindukngan Anak pada 29 Juli 2021 dengan Nomor: B-256/SETMEN/HM.02.04/07/2021, dijelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2020, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) perempuan dan anak meningkat 62.5% selama pandemic. Tujuan dari perdagangan manusia menurut Alexis A.Aronowitz (2009) dikutip dalam kompapedia adalah eksploitasi seksual, pelacuran, kerja paksa atau melayani secara paksa perbudakan atau sejenisnya dan pengambilan organ tubuh manusia. Seperti yang diceritakan dalam Film Blind Mountain ini adalah diperbudak untuk dijadikan istri dan melahirkan anak laki – laki.

Oleh sebab itu, pentingnya kesadaran dan perlunya peningkatan pengetahuan serta kepedulian terkait dengan tema permasalahan ini. Kita harus bisa berhati – hati, jika seseorang menawarkan sesuatu kepada kita dengan iming – iming “gampang dan instan”. Karena tidak ada hal yang gampang dan instan di dunia ini. Jangan mudah tergiur dan kemudian tanpa berpikir panjang  yang akhirnya ikut dengan sang penipu. Kita harus waspada dan melakukan pengecekan terlebih dahulu misal ada yang menawarkan kita pekerjaan. Selain itu, ingat pesan dari orang tua kita jaman dulu. “Hati – hati terhadap orang asing, jangan mau menerima makanan/minuman dari orang yang tidak dikenal”. Menjadi seorang yang friendly itu baik, tapi tetap harus hati – hati.

Film ini mendapatkan beberapa penghargaan dari Bratislava International Film Festival 2007 dan Istanbul International Film Festival 2008. Selain itu, juga menjadi nominasi pada Cannes Film Festival 2007, Chinese Film Media Award 2008, dan Hawaii International Film Festival 2007. Sehingga Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton sebagai pelajaran bagi kita untuk bisa tetap waspada. Warning: terdapat adegan yang hanya dapat ditonton oleh 18+.

***

My Rate: 8/10

Link Nonton: https://www.youtube.com/watch?v=QZn7VKC9NxI

Sumber:

  1. https://id.usembassy.gov/id/our-relationship-id/official-reports-id/laporan-tahunan-perdagangan-orang-2020/
  2. https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/data-dan-fakta-perdagangan-orang-di-indonesia

 

Posting Komentar

0 Komentar