Review Film "BIDADARI MENCARI SAYAP" , Karena Islam Tidak Pernah Mengajarkan Kepalsuan

 


Bidadari Mencari Sayap| 2020
1hr 29m | Genre : Drama | Negara: Indonesia Pemeran: Leony Vitria Hartanti. Rizky Hanggono, Nano Riantiarno
IMDB 7.1/10
***
Fenomena keberagaman kultur dan agama yang ada di Indonesia, seringkali menimbulkan suatu perselisihan ketika toleransi di kesampingkan. Padahal Indonesia terkenal dengan slogannya "Bhinneka Tunggal Ika", yaitu berbeda beda tetapi tetap satu jua. Perbedaan dan keberagaman inilah yang membuat Indonesia menjadi kaya. Namun, ada beberapa pihak yang seakan lupa dengan hal ini dan akhirnya menimbulkan kekacauan dalam masyarakat. Bidadari Mencari Sayap bukan hanya sebuah film yang bertemakan cinta atau kisah antara dua manusia, tetapi juga mengangkat tema perbedaan tersebut dalam alur kisahnya. Pengangkatan tema ini untuk memperlihatkan bahwa masih terdapat toleransi di masyarakat yang dapat menciptakan suatu kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. 

Di awali dengan Angela seorang keturunan Tionghoa yang diperankan oleh Leony beserta keluarga yang sedang mempersiapkan perayaan imlek di rumahnya. Perayaan imlek dilaksanakan di rumahnya karena sang ayah "Nano Riantiarno" menginginkan perayaan dirayakan di rumah anak bungsunya. Meskipun kedua kakak perempuan Angela terhitung lebih mapan dan rumahnya lebih besar. Angela digambarkan sebagai seorang mualaf yang menjadi muslim setelah menikah dengan Reza. Namun, hal ini tidak membuat dirinya menjadi menjauh dari keluarganya. Angela tetap menghormati budaya yang ada di dalam keluarganya. Bahkan seringkali dirinya berada di tengah - tengah dilema antar perbedaan budaya tersebut.

suasana perayaan imlek


Reza yang diperankan oleh Rizky Hanggono, yang merupakan suami dari Angela dan merupakan seorang muslim turunan arab.  Reza digambarkan sebagai  seorang yang idealis dan tidak memberikan toleransi atas semua yang dianggapnya bertentangan dengan prinsip yang diyakininya berdasarkan pemahamannya terhadap Islam. Sehingga dirinya menunjukkan penolakannya ketika perayaan tersebut dilaksanakan di rumahnya. Reza juga mengundurkan diri mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai jurnalis disebuah tabloid, karena menganggap pemberitaan yang disampaikan tidak lagi sesuai dengan fakta. Setelah pertengkaran dengan bosnya akhirnya dirinya mengundurkan diri. Namun, dirinya tidak memberitahukan hal tersebut kepada Angela. 

Perbedaan inilah yang menjadi pemicu seringnya muncul keributan dalam keluarga mereka. Dimana keluarga Angela masih kental dengan budaya Tionghoa yang pastinya akan ada perbedaan dengan prinsip yang diyakini dalam Islam. Apalagi Abah, yaitu Bapak Angela yang lebih memilih tinggal di rumah Angela karena kedekatannya dengan para tetangga dan juga cucunya. Reza merasa terintimidasi karena keberadaan Bapak Angela yang dirasa suka menyindir dirinya, sehingga Reza merasa direndahkan dengan statusnya sebagai kepala Keluarga. Hal ini juga dirasakan oleh Angela yang berstatus mualaf terhadap keluarga Reza. Dimana Angela merasa disindir karena tidak menggunakan Jilbab dan selalu dipaksa untuk menggunakannya. Namun, Reza menganggap sikap Angela tidak baik terhadap keluarganya. Disinilah terlihat keegoisan dari Reza yang memiliki tingkat gengsi yang terlalu tinggi dan tidak menghargai orang lain. 

Masalah kembali menjadi makin pelik setelah Reza berhenti dari pekerjaannya, sedangkan kebutuhan ekonomi mereka cukup banyak. Reza juga tidak memperbolehkan Angela untuk bekerja. Sepulang dari rumah orang tua Reza, mereka pun mengalami pertengkaran yang hebat. Reza memilih untuk meninggalkan Angela dan tinggal di sebuah kontrakan, sedangkan Angela yang sedang kebingungan akan kebutuhan ekonomi dan keberadaan Reza akhirnya memutuskan untuk bekerja di tempat suami kakaknya untuk menyokong hidup mereka. 

Dari film ini, para pemerannya amat mendalami tokoh yang diperankannya. Sehingga bagi para penonton akan terpancing untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masing - masing tokohnya terutama Angela yang menjadi tokoh utamanya. Dimana Angelalah yang menjadi Bidadari Mencari Sayap tersebut. Pengambilan lokasi dan alur cerita yang dekat dengan kehidupan sehari hari juga membuat penonton akan merasa familiar dengan situasi yang dibangun dalam film tersebut. 

Pertengkaran antara Angela dan Reza


Abah yang melindungi Angela dalam pertengkaran dengan Reza


Adegan yang menurut penulis cukup menarik adalah ketika Angela menegaskan kepada Reza mengenai alasannya untuk pindah menjadi Mualaf, dimana Angela bertengkar dengan Reza akibat dirinya dipaksa untuk menggunakan jilbab. Padahal Angela merasa dirinya belum merasa siap dan ingin menggunakan Jilbab karena keinginannya bukan karena paksaan. Selain itu Angela menjadi mualaf karena merasa Islam tidak pernah mengajarkan kepalsuan. Selain itu juga, adegan lainnya adalah ketika Abah membela Angela anak bungsunya saat Reza meluapkan amarahnya "Jangan Kasar Terhadap Anakku Ya!!!". Disini terlihat begitu besar cinta Abah terhadap anaknya dan tidak ingin anaknya terus menerus tersakiti dengan sikap dari Reza yang amat mementingkan harga dirinya tanpa mencoba untuk membuka pikirannya dan berpikir dengan tenang. Reza terlalu termakan emosi, tertutupi gengsi, dan memiliki pemikiran yang sempit terhadap apa yang dirinya yakini. 

Reza dan tetangga kontrakannya

Sedangkan adegan yang kurang penulis sukai adalah ketika Reza yang mengaku memiliki pemahaman akan Islam dan prinsip yang lebih baik malah memilih untuk lari dari masalah. Memilih tinggal di sebuah kontrakan, selalu menuliskan status di media sosialnya untuk mencari pembenaran, dan parahnya lagi hampir mendekati perselingkuhan dengan tetangga kontrakannya. Sedangkan seharusnya sebagai kepala keluarga dapat lebih bijak dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di keluarganya. 

Pesan yang dapat kita ambil dalam Film ini adalah bagaimana kita harus bersikap dalam menghadapi perbedaan, jangan menjadi seorang Reza yang egois, pikiran sempit, yang tidak memiliki toleransi dan menganggap dirinya selalu benar. Padahal apa yang dilakukannya adalah salah bahkan hal ini dipertegas ketika ayah Reza memberikan nasihat kepadanya. Dalam film ini juga digambarkan bahwa masyarakat dapat hidup berdampingan dan damai meski terdapat perbedaan satu sama lain, terlihat dari aktifitas yang terjadi disekitar vihara dekat rumah mereka. Selain itu, sikap yang diperlihatkan Reza hanya menyakiti Angela dan keluarganya. 

Film ini direkomendasikan untuk kamu yang menyukai film yang bertemakan budaya, philosofi, dan kemanusiaan, karena dalam film ini kamu dapat mendapatkan contoh penerapan yang salah dalam kehidupan dan menarik pelajaran agar hal tersebut tidak terjadi di dunia nyata. Agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Akhir kata, film ini dapat menjadi salah satu film yang dapat masuk dalam playlist film akhir pekan kamu untuk ditonton bersama keluarga. 

***
My rate: 7.5/10


(aluna)

Posting Komentar

2 Komentar