Terkadang
kita terlalu sibuk mengejar seseorang yang kita cintai hingga lupa melihat
orang yang selama ini selalu berada di sisi kita. Love Is Sweet
memperlihatkan bahwa cinta bukan hanya tentang mendapatkan orang yang kita
inginkan, tetapi juga tentang menghargai perasaan yang sudah diberikan kepada
kita.
Sinopsis Serial Love is Deep (2019)
Ding
Ding bekerja di perusahaan yang dibangunnya bersama Cheng Xun, kekasih yang
telah dikenalnya sejak masa SMA. Sebelum menjadi pasangan, Ding Ding telah lama
menjadi sahabat Cheng Xun dan menyimpan perasaan kepadanya, hingga akhirnya
mereka menjalin hubungan setelah Cheng Xun mengalami patah hati. Ding Ding
bahkan mengesampingkan impiannya sendiri untuk mendukung Cheng Xun dan
membangun usaha bersama.
Suatu
hari, Ding Ding harus menjalani pemeriksaan mengenai benjolan pada payudaranya
dan bertemu dengan Ning Wei Jin, dokter yang menanganinya. Pertemuan tersebut
ternyata memiliki hubungan dengan masa lalu Ning Wei Jin karena sebuah
gantungan kunci berbentuk kucing mengingatkannya pada seorang gadis kecil yang
pernah sangat berarti dalam hidupnya. Ketika hubungan Ding Ding dan Cheng Xun
mulai mengalami masalah setelah muncul kembali mantan kekasih Cheng Xun, Ding
Ding memilih meninggalkan pekerjaannya dan kembali mengejar impiannya sebagai
pembuat boneka kucing.
Sementara
Ding Ding mulai membangun kehidupan dan bisnisnya sendiri, Ning Wei Jin
perlahan mendekatinya. Di sisi lain, hubungan mereka tidak berjalan sederhana
karena terdapat perasaan lain yang melibatkan Shu Yiran, Gao Ren, dan Ning Wei
Xuan. Lalu, di antara berbagai perasaan yang saling bertepuk sebelah tangan,
siapa yang akhirnya mampu mempertahankan cinta yang benar-benar mereka
inginkan?
Ulasan Serial Love is Deep (2019)
Awalnya
saya cukup pesimis ketika mengetahui serial ini memiliki 40 episode. Cerita
bergenre drama romantis dengan jumlah episode sebanyak itu membuat saya
khawatir akan merasa bosan di pertengahan cerita, terlebih dari gambaran
awalnya sudah cukup mudah ditebak bahwa Ding Ding pada akhirnya akan bersama
Ning Wei Jin.
Namun,
kekhawatiran tersebut ternyata tidak terbukti. Meskipun akhir hubungan kedua
tokoh utamanya sudah dapat diperkirakan sejak awal, perjalanan menuju akhir
cerita justru cukup menarik untuk diikuti.
Konflik
yang diberikan juga masih berada dalam batas masalah yang cukup wajar dalam
sebuah hubungan. Tidak terlalu dibuat-buat hanya untuk memperpanjang cerita
atau menciptakan drama yang berlebihan.
Hal
tersebut membuat permasalahan yang dialami para tokohnya terasa lebih mudah
dipahami. Ada saat ketika kita dapat ikut merasa kesal, tertawa, bahkan
menangis melihat keputusan dan perlakuan yang mereka lakukan satu sama lain.
Hubungan
Ding Ding dan Ning Wei Jin menjadi salah satu daya tarik utama dalam serial
ini. Keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda sehingga interaksi mereka
dapat menghasilkan berbagai momen yang membuat penonton tersenyum sendiri.
Ning
Wei Jin yang cenderung dingin perlahan menunjukkan sisi lain dirinya ketika
bersama Ding Ding. Hubungan tersebut juga tidak hanya dibangun melalui
ketertarikan romantis, tetapi melalui proses saling mengenal dan memahami.
Di
sisi lain, perjalanan cinta Ding Ding sebelumnya dengan Cheng Xun juga menjadi
bagian penting untuk memahami perkembangan karakternya. Ding Ding sudah lama
memberikan dukungan kepada Cheng Xun dan bahkan mengesampingkan keinginannya
sendiri demi hubungan serta usaha yang mereka bangun bersama.
Ketika
Cheng Xun kembali membawa mantan kekasihnya dan menjadikannya sebagai brand
ambassador tanpa meminta persetujuan Ding Ding, kekecewaan yang muncul terasa
cukup masuk akal. Bukan hanya karena kehadiran mantan kekasih tersebut, tetapi
juga karena Ding Ding mulai mempertanyakan posisi dirinya dalam hubungan yang
selama ini ia perjuangkan.
Keputusan
Ding Ding untuk meninggalkan perusahaan kemudian menjadi titik perubahan dalam
kehidupannya. Ia mulai kembali mengejar impiannya membuat boneka berbentuk
kucing dan berusaha membangun sesuatu yang benar-benar berasal dari dirinya
sendiri.
Menurut
saya, bagian ini menarik karena kisah romantisnya tidak hanya berbicara
mengenai siapa yang akan menjadi pasangan Ding Ding. Ada perjalanan mengenai
seseorang yang mulai belajar memilih dirinya sendiri setelah terlalu lama
mengutamakan orang lain.
Selain
hubungan kedua tokoh utama, serial ini juga memiliki cukup banyak kisah cinta
lain. Shu Yiran menyukai Ning Wei Jin, sementara Gao Ren menyukai Shu Yiran dan
Ning Wei Xuan justru memiliki perasaan kepada Gao Ren.
Hubungan
tersebut membentuk semacam rantai perasaan yang tidak sederhana. Ada yang
mencintai seseorang yang tidak membalas perasaannya, ada yang menyimpan
perasaan tanpa diketahui, dan ada pula yang memilih menjaga jarak demi
menghargai perasaan sahabatnya.
Namun,
banyaknya kisah cinta tersebut sekaligus menjadi salah satu kelemahan serial.
Tokoh utama seharusnya adalah Ding Ding dan Ning Wei Jin, tetapi terlalu banyak
karakter yang memiliki cerita masing-masing sehingga pengisahannya menjadi
cukup luas.
Bahkan
bagi saya, kisah Ning Wei Xuan dan Gao Ren terkadang terasa lebih menarik untuk
diikuti dibandingkan kisah Ding Ding dan Ning Wei Jin. Hal tersebut mungkin
juga menjadi salah satu alasan mengapa cerita ini membutuhkan jumlah episode
yang cukup panjang.
Meski
begitu, banyaknya karakter tidak sampai membuat serial ini menjadi buruk.
Masing-masing hubungan tetap memiliki konflik dan perjalanan emosinya sendiri
sehingga masih dapat memberikan sesuatu untuk dinikmati.
Selain
kisah cinta, serial ini juga membawa persoalan mengenai keluarga, karier, dan
persahabatan. Penolakan keluarga menjadi salah satu penghalang hubungan,
sementara ambisi masing-masing karakter juga memengaruhi keputusan yang mereka
ambil.
Salah
satu hal yang terkadang membuat saya cukup gemas adalah sikap Ding Ding yang
masih sering plin-plan. Beberapa keputusan dan caranya memperlakukan Ning Wei
Jin membuat hubungan mereka mengalami masalah hingga akhirnya sempat kandas.
Namun,
justru dari konflik tersebut terlihat bahwa hubungan tidak hanya membutuhkan
rasa cinta. Ada penghargaan, kepercayaan, komunikasi, dan kemauan untuk
mempertahankan hubungan tersebut ketika menghadapi masalah.
Menurut
saya, pesan tersebut menjadi salah satu hal yang cukup kuat dari serial ini.
Kita memang boleh memperjuangkan seseorang yang kita cintai, tetapi cinta tidak
seharusnya hanya berjalan dari satu arah.
Ada
kalanya kita terlalu berfokus kepada seseorang yang tidak mencintai kita sampai
tidak menyadari adanya orang lain yang dengan tulus memberikan perasaannya.
Karena itu, menghargai seseorang yang mencintai kita juga menjadi bagian
penting dalam sebuah hubungan.
Bukan
berarti kita harus mencintai seseorang hanya karena dia mencintai kita. Namun,
ketika kita sudah memiliki seseorang yang kita cintai dan memilih untuk
menjalin hubungan dengannya, perasaan tersebut juga harus dihargai dan dirawat.
Cinta
yang dipaksakan hanya akan menghasilkan luka di kedua belah sisi. Karena
itu, hubungan membutuhkan pilihan dari kedua orang yang berada di dalamnya,
bukan hanya perjuangan salah satu pihak.
Pada
akhirnya, saya melihat Love Is Sweet sebagai drama romantis yang cukup
ringan tetapi tetap mampu memberikan berbagai emosi. Meskipun jumlah episodenya
panjang dan kisah para tokohnya terkadang terlalu luas, konflik yang relatif
masuk akal membuat perjalanan mereka tetap menarik untuk diikuti.
Serial
ini mungkin bukan tontonan yang sempurna, tetapi menurut saya tetap patut
dicoba, terutama bagi penonton yang menyukai drama romantis dengan banyak kisah
hubungan, keluarga, persahabatan, dan perjalanan karier. Bahkan saya sendiri
sempat ikut menangis ketika melihat Ning Wei Xuan disakiti oleh Gao Ren.
Adegan Mengesankan
Salah
satu adegan yang paling mengesankan bagi saya adalah ketika Ning Wei Xuan
disakiti oleh Gao Ren. Adegan tersebut terasa emosional karena perasaan yang
dimiliki Wei Xuan tidak mendapatkan balasan seperti yang diharapkannya.
Bagi
saya, momen tersebut juga memperlihatkan bahwa kisah cinta dalam serial ini
tidak hanya tentang pasangan utama. Perasaan tokoh-tokoh pendukung juga
memiliki konsekuensi emosional yang cukup kuat hingga mampu membuat penonton
ikut merasakan sakitnya.
Dialog Mengesankan
Dialog
yang paling mengena bagi saya adalah bagian yang menyampaikan gagasan bahwa
kita tidak seharusnya terus mengejar seseorang yang sama sekali tidak mencintai
kita. Cinta yang terus dipaksakan hanya akan membuat kedua belah pihak terluka.
Bagi
saya, pesan tersebut menjadi salah satu inti dari perjalanan para tokohnya.
Cinta memang patut diperjuangkan, tetapi ketika kita sudah menemukan seseorang
yang memilih untuk berada bersama kita, cinta tersebut juga harus dihargai dan
dirawat dengan baik.
0 Komentar