Loving Adults (Original title:
Kærlighed for voksne) | 2022 | 1h 44m
Genre : Psychological Thriller/ Crime/ Drama/ Thriller| Negara:
Denmark
Director: Barbara
Topsøe-Rothenborg | Writers: Anna Ekberg, Anders Rønnow Klarlund, Jacob Weinreich
Pemeran: Dar Salim, Sonja Richter, Sus Wilkins
IMDB: 6.5
My Rate : 7/10
Rahasia perselingkuhan yang dilakukan Christian mulai terbongkar dan membuat kebahagiaan keluarga yang telah dibangun bersama Leonora perlahan hancur. Setelah mengetahui rencana pembunuhan Christian terhadap dirinya yang gagal, Leonora mengambil keputusan ekstrem dengan menjadikan kegagalan tersebut sebagai ancaman bagi Christian untuk kembali bersamanya.
Peringatan:
Kekerasan,
seks, ketelanjangan, kata kasar
Sinopsis :
Seorang polisi menceritakan kisah
Leonora dan Christian kepada anak perempuannya yang ingin menikah. Kisah
tentang sebuah keluarga yang berakhir dengan kasus pembunuhan tersebut memiliki
fakta yang gelap, hanya saja tidak cukup bukti untuk membuktikannya. Kisah
tersebut diceritakan hanya untuk membuat anaknya melihat pernikahan dari
kacamata yang berbeda.
Sebuah pesan yang masuk dini hari di
ponsel Christian membuat Leonora merasa curiga. Namun, kecurigaan tersebut
masih membutuhkan bukti yang kuat untuk membuat dirinya yakin. Penyelidikan
yang dilakukan Leonora membawanya pada seorang wanita yang bekerja di tempat
suaminya, dengan kemesraan yang tidak wajar.
Leonora masih berusaha untuk
bertahan dan mencoba segala cara agar suaminya kembali. Hanya saja, cinta yang
telah membutakan Christian membuat dirinya memilih untuk menghancurkan apa yang
telah dimiliki, termasuk dengan rencana membunuh Leonora. Christian tidak
mengetahui bahwa Leonora dapat bertindak lebih ekstrem demi menyelamatkan
pernikahannya.
Akankah
mereka dapat mengembalikan kebahagiaan yang telah retak tersebut?
Ulasan :
Perselingkuhan belakangan seakan
menjadi hal yang wajar terjadi dalam pernikahan. Seakan pernikahan hanya
sebatas nafsu dan keinginan sesaat, bukan sebuah komitmen yang dibuat di
hadapan Tuhan. Hal ini yang ingin diperlihatkan dalam Loving Adults (2022),
bahwa pernikahan tidak selalu menjanjikan kebahagiaan. Banyak hal yang tidak
dapat diprediksi di dalamnya, bahkan hal yang paling menyakitkan dan tidak
terbayangkan.
Film ini disajikan dengan cara yang
unik, dengan sudut pandang orang ketiga, yaitu Polisi, sebagai tokoh yang menceritakan
kisah utama yang dianalogikan sebagai salah satu kasus yang pernah
ditanganinya. Namun, meski penyajian cerita ini termasuk unik, hal tersebut
juga menjadi kelemahan utama dari segi logika. Polisi tersebut seakan
mengetahui secara mendalam dan terperinci mengenai kasus tersebut, bahkan
hal-hal yang dilakukan secara privat oleh para tokohnya.
Cerita dibuka langsung dengan
permasalahan utama. Hubungan yang tidak baik langsung terlihat dari para
tokohnya. Pertengkaran, kecurigaan, dan semua hal tersebut menjadi pondasi yang
cukup untuk membuat penonton memahami apa yang akan disajikan.
Konflik eksternal menjadi pemicu
yang kuat bagi konflik internal yang dirasakan oleh para tokoh. Perselingkuhan
yang terjadi menimbulkan konflik dalam diri Christian yang bimbang memilih
antara kebahagiaan baru yang ingin dibangunnya dan kebahagiaan yang telah
dihancurkannya. Konflik internal juga dirasakan Leonora, antara menyerah pada kekecewaannya
atau bertahan untuk mewujudkan kembali kebahagiaan yang mungkin sudah mustahil.
Konflik tersebut terasa begitu kuat, ditambah dengan manipulasi, pertengkaran,
dan rasa bersalah yang semakin memperkuatnya.
Twist yang disajikan di akhir cerita
cukup menarik dan tidak terduga. Meski beberapa petunjuk telah diberikan di
pertengahan cerita, semuanya menjadi lebih kuat saat twist tersebut
diperlihatkan. Perubahan karakter yang terlihat dari emosi dan ekspresi juga
amat membantu membuat sensasi psychological thriller cukup terasa.
Penutup yang disampaikan oleh sang
Polisi menjadi narasi yang penuh makna. Narasi tersebut tidak hanya menjadi
kesimpulan atas cerita Leonora dan Christian yang diceritakannya, tetapi juga
menjadi kesimpulan sederhana tentang pernikahan. Sebuah pesan yang mungkin
berguna bagi para penonton.
Secara keseluruhan, cerita Christian
dan Leonora sendiri sebenarnya amat menarik. Kehadiran Polisi sebagai narator
atau tokoh ketiga yang bercerita mungkin sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Jika diperhatikan, hal ini justru membuat kedalaman emosi dari tokoh utama
menjadi kurang. Sebab, beberapa bagian diselipkan dengan adegan percakapan
Polisi dan anaknya yang tidak terlalu penting, yang sering kali memecah ritme
ketegangan yang telah dibangun. Namun, dari segi ide, penggunaan sudut pandang
tersebut memang cukup menarik.
Sebenarnya ada satu hal menarik yang
mungkin seharusnya ditampilkan: bagaimana pertemuan awal Leonora dan Christian,
alasan mereka menikah, dan kenangan kebahagiaan yang mereka jalani. Hal
tersebut mungkin akan membuat penonton lebih ikut merasakan rasa sakit yang
dialami Leonora, bukan hanya melalui dialog atau narasi yang disampaikan.
Akting dilakukan dengan cukup baik,
dengan chemistry yang juga dibangun dengan baik. Ditambah dengan teknik
pengambilan gambar dan detail, pergerakan kamera, serta transisi yang terlihat
rapi. Pemilihan sound dan musik juga sesuai dengan tiap adegannya.
Pada akhirnya, Loving Adults
memiliki cerita yang kuat karena konflik pernikahan yang dibangun tidak hanya
berbicara tentang perselingkuhan, tetapi juga tentang rasa kecewa, rasa
bersalah, pilihan, dan bagaimana seseorang menghadapi kehancuran kehidupan yang
telah dibangunnya. Sayangnya, cara cerita tersebut disampaikan melalui sudut
pandang Polisi sedikit mengurangi kedalaman emosi yang sebenarnya bisa menjadi
kekuatan terbesar film ini. Meski begitu, konflik psikologis, perkembangan
karakter, dan twist yang diberikan tetap membuat film ini menarik untuk
diikuti.
Adegan yang mengesankan:
Siap untuk mengakhiri rumah
tangganya, Christian mencoba untuk terbuka dan memberitahukan Leonora mengenai
keputusannya tersebut, tanpa tahu bahwa Leonora telah mengetahui perselingkuhan
yang dilakukannya. Leonora merasa kecewa, terlebih ketika pengorbanannya selama
ini diabaikan begitu saja. Karier yang ditinggalkan, pengabdian demi menjaga
anak mereka, seakan hanya menjadi sesuatu yang tidak berharga. Ditambah
komitmen awal yang mereka sepakati untuk bekerja sebagai tim demi menjaga
keutuhan rumah tangga, yang sekarang telah hancur berantakan.
Pernikahan sering kali terlihat
tidak berpihak pada wanita. Seorang pria datang dengan komitmen, menjanjikan
kebahagiaan, kehidupan penuh canda tawa, dan kebersamaan yang membuat wanita
rela untuk menyerahkan hidup mereka kepada pria tersebut. Namun, beberapa pria
seakan tidak terlalu menghargai hal itu. Dengan gampangnya beralih dan
meninggalkan sang wanita tanpa peduli pada kenangan yang telah mereka lalui,
tanpa peduli pada ketidakpastian masa depan yang mungkin dialami pasangannya
setelah kehancuran tersebut. Semua dilakukan demi sebuah ego yang mungkin hanya
muncul sesaat.
Dialog mengesankan:
"That love is far more dangerous than its reputation"
Ending:
Happy
Ending
Rekomendasi:
Worth
to Watch
(Aluna
Uwie)
.jpg)
0 Komentar