Bunny! (Original title: Tho oi!!)
| 2026 | 2h 7m
Genre : Dark Romance/ Erotic Thriller/ Psychological Drama/ Psychlogical
Thriller/ Drama/ Romance/ Thriller | Negara: Vietnam
Director: Tran Thanh |
Writers: Thao Nguyen,
Tran Thanh
Pemeran: Tran Thanh, LyLy, Phao
IMDB: 5.6
My Rate : 6/10
Linh merupakan MC populer dalam sebuah acara yang mengharuskannya memberikan saran kepada orang-orang yang mengalami masalah dalam hubungan percintaan mereka. Namun, semuanya berubah ketika salah satu narasumbernya, “Bunny”, mulai membuka celah dalam pernikahan Linh yang selama ini terlihat sempurna.
Peringatan:
Kekerasan,
seks, bunuh diri, menyakiti diri sendiri
Sinopsis :
Linh merupakan sosok wanita karier
yang sukses. Dirinya memiliki pekerjaan yang begitu memuaskan, kepribadian yang
sempurna, wajah yang cantik, harta yang berlimpah, ditambah lagi dengan Phong,
suaminya yang penuh kasih dan cinta. Seakan tidak ada satu celah pun dalam
kehidupannya, berbeda dengan sang kakak, Lan.
Hubungan Lan dan suaminya, Son,
seringkali dipenuhi dengan pertengkaran akibat rasa cemburu berlebihan yang
dirasakan Lan. Setiap gerak-gerik Son dapat menjadi pemicu pertengkaran di
antara mereka, hingga akhirnya Son pergi dari rumah dan meninggalkan mereka.
Di sisi lain, Bunny, salah satu tamu
dalam acara Linh, memiliki kisah cinta yang toxic. Mantan kekasihnya
terus-menerus meneror, memanipulasi, bahkan mencoba melukai dirinya sendiri
sehingga membuat Bunny merasa lelah. Atas saran Linh dalam acara tersebut,
Bunny akhirnya mencoba untuk meninggalkan hubungan toxic tersebut. Namun, yang
tidak diketahui Linh, Bunny justru akan menjadi kerikil kecil dalam kehidupan
sempurnanya.
Akankah Linh dapat mempertahankan
kebahagiaan yang telah diwujudkannya selama ini?
Ulasan :
Hubungan yang baik adalah hubungan
yang dibangun atas dasar kepercayaan. Namun, bagaimana jika kepercayaan itu
runtuh? Apakah hubungan tersebut masih pantas untuk dipertahankan? Hal inilah
yang coba disajikan dalam Bunny!! (2026), film Vietnam yang mengangkat drama
psikologi dengan cara yang cukup menarik.
Cerita dibangun dengan latar
belakang masing-masing tokoh yang disajikan dengan cukup baik. Film dibuka
dengan adegan yang cukup romantis antara Linh dan Phong. Penggambaran kisah
cinta yang penuh kasih dan terlihat sempurna. Kepercayaan terlihat dari bagaimana
Linh tidak pernah mencoba mengutak-atik personal space milik Phong. Sehingga,
semua orang yang melihat seakan menginginkan kisah cinta seperti mereka.
Tokoh Lan, kakak dari Linh,
diperkenalkan dengan cara yang berbeda. Suaminya, Son, terlihat memiliki begitu
banyak celah dan terkadang konyol, amat berbeda dengan Phong yang terlihat
elegan. Lan yang memiliki akses ke handphone Son seakan memperlihatkan adanya
keterbukaan di antara mereka. Namun, ternyata hal tersebut tidak membuat
kepercayaan di antara mereka menjadi cukup kuat. Pertengkaran akibat rasa
cemburu terus diperlihatkan.
Selanjutnya, Bunny muncul dengan
masalah yang cukup berat dalam hidupnya. Hubungan toxic yang dialaminya
diperlihatkan secara nyata melalui gerak-geriknya. Ketiga cerita tersebut
seakan menjadi pondasi yang cukup kuat untuk membangun cerita.
Penyajian cerita dengan beberapa
segmen berdasarkan sudut pandang tokoh menjadi cara yang cukup menarik.
Penonton diberikan kesempatan untuk melihat permasalahan dari sisi yang
berbeda. Sayangnya, cara ini juga menjadi kelemahan ketika beberapa sudut
pandang tidak dieksplorasi dengan cukup baik. Beberapa bagian, seperti kisah
Son, seakan dipaksakan untuk ada karena tidak memiliki kedalaman cerita yang
benar-benar terasa.
Ditambah lagi, seakan setiap tokoh
ingin memiliki peran penting dalam cerita. Hal ini membuat cerita kehilangan
fokus karena terlalu banyak konflik yang ditampilkan dan membuat penonton
sedikit lelah. Meski konflik berlapis tersebut diperlakukan seakan saling
terhubung satu sama lain, hubungan tersebut terkadang terasa sedikit
dipaksakan.
Twist demi twist kemudian muncul.
Namun, semuanya seakan dipaksa untuk bersumber pada satu masalah, yaitu Bunny.
Cerita seakan sengaja memframing Son sebagai tokoh yang jahat melalui
kecemburuan Lan, nama seorang wanita di handphone Son, bahkan keterangan Bunny
mengenai lamanya dirinya berpacaran dengan kekasih barunya. Semua informasi
tersebut perlahan diarahkan kepada sosok Son.
Sayangnya, framing tersebut masih
terasa terlalu lemah untuk membuatnya benar-benar bekerja sebagai psychological
thriller. Penonton memang diarahkan untuk mencurigai Son, tetapi petunjuk yang
diberikan terasa terlalu jelas sehingga permainan psikologis yang seharusnya
membuat penonton terus mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi menjadi
kurang terasa. Film seperti ingin membuat penonton terkejut dengan apa yang sebenarnya
terjadi, tetapi proses menuju twist tersebut belum cukup kuat untuk membuatnya
benar-benar mengguncang.
Meski demikian, akhir cerita cukup
baik dengan masing-masing tokoh yang menemukan akhir dari kisah mereka, meski
tidak semuanya mendapatkan akhir yang bahagia. Perkembangan karakter dari para
tokohnya juga terlihat dengan cukup jelas. Meski sayangnya, akhir dari Bunny
yang merupakan salah satu tokoh penting justru tidak diperlihatkan.
Dari sisi teknis, pergerakan kamera,
transisi, dan teknik editing dilakukan dengan cukup baik meski sedikit berbeda
dari film pada umumnya. Salah satunya adalah ketika terdapat rekapitulasi
adegan yang ditampilkan sebelum transisi waktu atau perpindahan sudut pandang
tokoh. Teknik tersebut memberikan cara penyajian yang cukup unik. Akting dari
para pemain juga cukup baik, terutama dalam memperlihatkan perubahan emosi dan
menyampaikan dialog dengan natural.
Secara keseluruhan, film ini
sebenarnya memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi psychological
thriller, meski saat ini unsur tersebut masih kurang terasa. Cerita dengan
beberapa sudut pandang sebenarnya dapat menjadi kekuatan jika setiap perspektif
memiliki fungsi yang lebih jelas dan permainan psikologinya dibuat lebih kuat.
Pemilihan fokus cerita yang lebih terarah mungkin juga akan membuat konflik
terasa lebih padat dan tidak melelahkan penonton.
Namun, entah mengapa banyak ulasan
memberikan nilai yang cukup rendah untuk film ini. Padahal, dengan segala
kekurangannya, Bunny!! masih merupakan film yang dapat dinikmati, terutama bagi
penonton yang tertarik dengan cerita mengenai hubungan, kepercayaan, dan
bagaimana persepsi seseorang dapat berubah ketika informasi yang dimilikinya
tidak pernah benar-benar lengkap.
Adegan
yang mengesankan:
Bunny membuka topengnya, lalu
melontarkan pertanyaan yang mengejutkan kepada Linh di tengah proses syuting
mereka. Pertanyaan sederhana tentang bagaimana reaksi Linh jika dirinya berada
di posisi seorang istri yang mengetahui suaminya selingkuh. Pertanyaan ini
menjadi penting, sebab Linh dengan pernikahannya yang terlihat sempurna dan
keahliannya dalam memecahkan masalah percintaan, seakan hidupnya tidak pernah
mengalami dilema yang sesungguhnya. Sehingga, bagaimana jika Linh harus
kehilangan semua itu?
Pendapat dan masukan yang kita
berikan kepada orang lain seringkali berdasarkan standar yang kita buat dari
pengalaman, trauma, dan prinsip yang kita miliki. Hal ini membuat kita mungkin
luput melihat satu hal yang penting, yaitu posisi dari orang tersebut. Kita
bisa dengan mudah memberikan jawaban ketika berada di luar masalah, tetapi
belum tentu mampu melakukan hal yang sama ketika harus menanggungnya sendiri.
Bisa jadi, jika kita berada di posisi mereka, kita akan melakukan hal yang
mungkin tidak jauh berbeda.
Dialog mengesankan:
"You two try to live happily"
Ending:
Sad
Ending
Rekomendasi:
Okay
to Watch
(Aluna
Uwie)
.jpg)
0 Komentar