Sering
kali kita terjebak dalam standar dan pandangan orang lain mengenai bagaimana
seharusnya tubuh dan penampilan kita terlihat. Imperfect memperlihatkan
bagaimana tekanan untuk memenuhi standar tersebut dapat membuat seseorang bukan
hanya kehilangan kepercayaan diri, tetapi juga perlahan kehilangan dirinya
sendiri.
Sinopsis
Rara
adalah seorang perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik dan sejak
kecil sering mendapatkan komentar mengenai warna kulit serta bentuk tubuhnya.
Ibunya sering membandingkannya dengan Lulu, adiknya yang memiliki kulit lebih
putih dan tubuh lebih langsing, sementara lingkungan kerjanya juga menuntut
penampilan yang dianggap menarik. Meski sering merasa minder, Rara masih
memiliki orang-orang yang menerimanya seperti ayahnya, Dika, pacarnya, dan Fey,
sahabatnya di kantor.
Tekanan
mengenai penampilan semakin besar ketika Rara menghadapi kesempatan untuk
mendapatkan kenaikan jabatan di tempat kerjanya. Ia kemudian memutuskan untuk
melakukan perubahan besar pada penampilannya dengan menjalani diet dan belajar
menggunakan makeup dari Lulu. Perubahan tersebut akhirnya memberikan hasil yang
diinginkannya, tetapi perlahan mulai memengaruhi cara Rara melihat dirinya
sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Rara
mulai lebih mengutamakan penampilan dan lingkungan pergaulan barunya hingga
hubungannya dengan Dika dan Fey ikut mengalami masalah. Rasa tidak percaya diri
yang selama ini ia pendam juga membuatnya mudah merasa cemburu dan memengaruhi
hubungannya dengan keluarga. Lalu, apakah menjadi lebih cantik dan memenuhi
standar orang lain benar-benar dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia?
Ulasan
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita mungkin sudah terbiasa mendengar komentar mengenai
penampilan seperti, “Kamu gendutan ya?”, “Cantikan pas kamu kurus deh,” atau
“Kamu nggak cocok pakai baju itu.” Bagi orang yang mengucapkannya, komentar
tersebut mungkin hanya dianggap sebagai pendapat biasa, tetapi bagi orang yang
menerimanya, ucapan tersebut dapat meninggalkan luka yang tidak selalu
terlihat.
Hal
inilah yang menjadi salah satu permasalahan utama dalam Imperfect. Film
ini memperlihatkan bagaimana body shaming dan standar kecantikan dapat
memengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri.
Body
shaming merupakan perilaku mengkritik kondisi tubuh seseorang secara negatif,
baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dampaknya dapat membuat seseorang
menjadi minder, menarik diri, mudah tersinggung, pendiam, hingga mengalami
tekanan yang lebih berat.
Rara
menjadi salah satu gambaran dari dampak tersebut. Terlahir dengan kulit hitam
manis seperti ayahnya dan tubuh yang sedikit gempal membuatnya menerima banyak
kritikan sejak kecil.
Bahkan
ibunya sendiri sering melarang Rara makan terlalu banyak, termasuk nasi dan
cokelat, karena takut tubuhnya menjadi semakin gemuk. Keadaan tersebut semakin
berat setelah ayahnya meninggal dunia, karena sosok yang selama ini selalu
membela dan membesarkan hatinya tidak lagi ada.
Rara
juga sering dibandingkan dengan Lulu yang memiliki kulit putih dan tubuh
langsing. Tidak hanya ibunya, teman-teman sang ibu pun ikut menjadikan Lulu
sebagai pembanding.
Terus-menerus
menerima komentar mengenai dirinya membuat Rara menjadi rendah diri. Ia
kemudian membawa rasa tidak percaya diri tersebut ke lingkungan pekerjaannya.
Bekerja
di perusahaan kosmetik membuat Rara berada di lingkungan yang sangat
memperhatikan penampilan. Gaya berpakaian dan kondisi fisiknya dianggap kurang
menarik, bahkan oleh atasannya sendiri, hingga penampilannya ikut memengaruhi
kesempatan untuk mendapatkan kenaikan jabatan.
Ia
juga mendapatkan perlakuan dan hinaan dari rekan kerja. Namun, Rara lebih
memilih untuk diam karena takut dianggap terlalu sensitif atau baper.
Menariknya,
film tidak hanya menunjukkan rasa insecure melalui Rara. Lulu yang selama ini
dianggap Rara sebagai perempuan yang sempurna ternyata juga memiliki masalah
dengan penampilannya sendiri.
Sebagai
seorang selebgram, Lulu mendapatkan berbagai komentar dari netizen mengenai
wajahnya. Ada yang mengatakan wajahnya terlalu bulat dan pipinya tembem,
sementara pacarnya juga membuatnya merasa harus menutupi rambut agar bentuk
wajahnya tidak terlalu terlihat.
Hal
tersebut menunjukkan bahwa standar kecantikan tidak pernah benar-benar berhenti
pada satu bentuk tertentu. Seseorang yang dianggap cantik oleh orang lain pun
tetap dapat merasa tidak cukup ketika dirinya terus-menerus melihat kekurangan
pada penampilannya.
Permasalahan
yang sama juga digambarkan melalui Maria, Neti, Endah, dan Prita. Masing-masing
memiliki sesuatu yang membuat mereka tidak percaya diri, mulai dari rambut
ikal, tubuh yang gempal, gigi yang dianggap tidak bagus, hingga tompel di
jidat.
Dengan
memperlihatkan beberapa karakter tersebut, film menunjukkan bahwa setiap orang
dapat memiliki bentuk insecurity yang berbeda. Apa yang dianggap sebagai
kekurangan oleh seseorang belum tentu menjadi kekurangan bagi orang lain.
Di
sisi lain, Rara juga memiliki orang-orang yang memberikan pengaruh positif
dalam hidupnya. Ayahnya selalu membesarkan hatinya mengenai penampilan, Dika
mencintainya tanpa menuntut perubahan fisik maupun sikap, sedangkan Fey menjadi
sahabat yang menemaninya di lingkungan kerja.
Lingkungan
yang positif membuat Rara masih memiliki tempat untuk merasa diterima. Namun,
tekanan dari lingkungan lain akhirnya membuat Rara mengambil keputusan untuk
mengubah dirinya.
Ia
melakukan diet ketat hingga mengalami penurunan berat badan yang drastis dalam
waktu satu bulan. Rara juga belajar menggunakan makeup dari Lulu dan akhirnya
berhasil mendapatkan posisi sebagai seorang manajer.
Pada
awalnya, perubahan tersebut terlihat seperti sebuah keberhasilan. Namun,
perubahan fisik tersebut perlahan ikut mengubah pola pikir dan pergaulan Rara.
Ia
mulai lebih mengutamakan penampilan dan memilih lingkungan pergaulan barunya.
Hubungannya dengan Dika pun ikut terganggu karena Dika merasa Rara sudah
berubah dan tidak lagi menjadi sosok yang dahulu ia kenal.
Hubungannya
dengan Fey juga semakin renggang. Rara yang sebelumnya menjadi korban komentar
mengenai penampilan justru mulai melakukan hal yang sama kepada Fey dengan
mengomentari gaya tomboy sahabatnya dan memintanya untuk berubah.
Di
sinilah menurut saya film mulai menunjukkan dampak lain dari standar
kecantikan. Ketika seseorang terlalu lama dinilai berdasarkan penampilannya,
ada kemungkinan ia akhirnya menggunakan standar yang sama untuk menilai orang
lain.
Rara
perlahan menjadi seperti lingkungan yang dahulu membuatnya terluka. Ia mulai
melihat penampilan sebagai sesuatu yang menentukan bagaimana seseorang
seharusnya terlihat dan bersikap.
Hal
tersebut kemudian memengaruhi hubungannya dengan keluarga. Rasa insecure yang
selama ini dipendam membuat Rara menjadi cemburu ketika melihat Dika dekat
dengan Lulu, meskipun saat itu keduanya sedang bekerja sama untuk sebuah lomba.
Dika
yang berprofesi sebagai fotografer sedang melakukan pemotretan dengan Lulu,
sementara hadiah dari lomba tersebut diharapkan dapat membantu Dika membayar
utang peninggalan ayahnya. Namun, rasa tidak percaya diri Rara membuat situasi
tersebut terlihat berbeda baginya.
Konflik
tersebut akhirnya membawa Rara berhadapan dengan ibunya. Rara menumpahkan
kekesalannya karena merasa ibunya terlalu memanjakan Lulu dan terlalu keras
terhadap dirinya hanya karena perbedaan fisik mereka.
Namun,
dari konflik tersebut Rara akhirnya mengetahui alasan di balik sikap ibunya
selama ini. Ibunya ternyata pernah menjadi model dan kehilangan pekerjaannya
setelah melahirkan Rara karena bekas luka di perutnya.
Pengalaman
tersebut membuat sang ibu memiliki ketakutan terhadap penampilan. Ia berusaha
agar anak-anaknya memiliki penampilan yang baik karena tidak ingin mereka
mengalami hal yang sama seperti dirinya.
Menurut
saya, alasan tersebut tidak serta-merta membuat perlakuan sang ibu menjadi
benar. Namun, keterbukaan tersebut membantu Rara memahami bahwa sikap ibunya
juga berasal dari pengalaman dan trauma masa lalu yang selama ini tidak pernah
ia ketahui.
Pada
akhirnya, Rara mulai menyadari bahwa perubahan yang dilakukannya bukan
sepenuhnya berasal dari keinginannya sendiri. Ia terlalu berusaha memenuhi
standar yang diberikan orang lain hingga tanpa sadar mulai kehilangan dirinya
sendiri.
Film
ini menurut saya tidak mengatakan bahwa seseorang tidak boleh memperbaiki
penampilannya. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang merasa dirinya
tidak cukup baik sebelum memenuhi standar tertentu.
Menerima
diri bukan berarti berhenti berkembang atau tidak boleh melakukan perubahan.
Menerima diri berarti memahami bahwa perubahan seharusnya tidak dilakukan
karena membenci diri sendiri.
Imperfect
juga memperlihatkan bahwa penerimaan dari orang-orang terdekat memiliki peran
penting. Setelah semua konflik yang terjadi, hubungan Rara dengan keluarganya
dan orang-orang yang dicintainya perlahan dapat diperbaiki melalui keterbukaan
dan saling memahami.
Pada
akhirnya, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Keseragaman yang dijadikan standar justru dapat membuat keberagaman yang
sebenarnya indah menjadi sesuatu yang dianggap sebagai kekurangan.
Adegan Mengesankan
Adegan
yang paling mengesankan bagi saya adalah ketika Rara akhirnya berhadapan dengan
ibunya dan mengungkapkan semua kekecewaan yang selama ini ia pendam. Adegan
tersebut tidak hanya menjadi bagian dari konflik Rara, tetapi juga membuka
alasan mengapa ibunya selama ini begitu keras terhadap penampilan anak-anaknya.
Yang
menarik, percakapan tersebut akhirnya memperlihatkan bahwa mereka sama-sama
membawa luka mengenai penampilan. Perbedaannya, luka tersebut muncul dalam
bentuk yang berbeda dan selama ini membuat mereka justru saling menyakiti.
Dialog Mengesankan
“Lo boleh kejer semua yang lo mau, tapi inget Ra! Lo juga bisa kehilangan semua yang udah lo miliki.”
Dialog
Fey terasa kuat karena Rara memang sedang mendapatkan sesuatu yang selama ini
ia inginkan, tetapi pada saat yang sama mulai kehilangan orang-orang yang
sebelumnya selalu berada di sisinya. Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa
mengejar sesuatu tidak selalu berarti kita tidak akan kehilangan apa pun.
“Kalau menjadi sempurna bisa bikin kamu bahagia, tolong kasih aku waktu untuk belajar menerima itu. Karena aku terlanjur mencintai ketidaksempurnaan kamu.”
Dialog
Dika menjadi salah satu dialog yang paling mewakili pesan film. Dika tidak
meminta Rara kembali menjadi seperti sebelumnya, tetapi menunjukkan bahwa
ketidaksempurnaan yang selama ini dianggap sebagai kekurangan oleh Rara justru
merupakan bagian dari dirinya yang ia cintai.
0 Komentar