Review Film You Should Have Left (2020)

 

You Should Have Left (2020)

You Should Have Left | 2020| 1h 33m

Genre : Horror, Mystery, Thriller| Negara: US

Director: David Koepp | Writers: David Koepp, Daniel Kehlmann

Pemeran: Kevin Bacon, Amanda Seyfried, Avery Tiiu Essex, dll

IMDB: 5.4/10

Tomatometer : 40%

My Rate : 7/10

 

Theo, Susan, dan anak mereka, Ella, memilih berlibur ke pinggiran kota untuk membangun kembali keharmonisan keluarga dan memperbaiki masalah di antara mereka, tetapi keanehan demi keanehan terus terjadi di rumah tersebut yang juga membahayakan nyawa mereka.

 

Peringatan:

Terdapat kata kasar, adegan kekerasan, seks, bunuh diri, dan darah

 

Sinopsis:

Theo Conroy (Kevin Bacon) adalah mantan bankir yang kaya raya. Namun, dirinya bersembunyi dari masyarakat karena  pernah tersandung suatu kasus berkaitan dengan kematian  istrinya di masa lalu. Dirinya kini telah menikah kembali dengan Susanna (Amanda Seyfried), aktris muda yang sedang naik daun. Selisih umur mereka cukup jauh. Hal ini membuat Theo sering kali cemburu dengan orang - orang di sekitar Susanna dan menyebabkan pertengkaran di antara mereka.

 

Theo memutuskan mengajak Susan dan anak mereka, Ella (Avery Tiiu Essex), berlibur ke pinggiran kota. Theo berharap hubungan mereka akan menjadi lebih baik saat liburan tersebut. Rumah yang mereka kunjungi cukup besar meski terpencil. Ella cukup senang sesampainya mereka di sana.

 

Selama liburan berlangsung, Susan selalu sibuk dengan ponselnya dengan alasan sedang menunggu panggilan kerja untuk proyek selanjutnya. Hal ini membuat Theo makin dibakar api cemburu. Pertengkaran sering terjadi karena Theo tidak pernah jujur dengan perasaannya dan berkutat dengan pikirannya sendiri.

 

Suasana makin buruk setelah kejadian demi kejadian aneh terjadi pada mereka. Mimpi buruk yang terjadi terus menerus, rumor aneh yang tersebar di lingkungan sekitar mengenai rumah tersebut, dan tulisan di jurnal Theo yang menyuruhnya untuk segera pergi. Bahkan kejadian tersebut mulai membahayakan diri mereka.

 

Sebenarnya apa yang terjadi di rumah tersebut?

 

Film ini mengingatkanmu pada:

Jalan cerita dari film ini mengingatkan pada film In The Tall Grass dimana tokoh utama terjebak dalam suatu tempat dan tidak dapat dijelaskan dengan logika. Alasan yang memungkinkan adalah sebuah rasa bersalah yang tersimpan di dalam hati membawa mereka ke tempat tersebut.

 

Ulasan:

Film You Should Have Left (2020) adalah film psikologi horror yang diadaptasi dari sebuah buku dengan judul yang sama karya Daniel Kehlmann. Meski terdapat beberapa penyesuaian yang menyebabkan film agak sedikit berbeda dengan bukunya. Namun, secara ide cerita, film ini memiliki ide cerita yang cukup baik.

 

Layaknya film horror pada umumnya, Jump Scare yang ditampilkan cukup membuat jantung menjadi berdetak kencang. Di tambah lagi dengan efek suara yang sesuai dan menambah ketegangan. Film ini juga dibuka dengan intro yang cukup misterius yang berhasil menumbuhkan rasa penasaran pada penonton. Hanya saja terdapat beberapa bagian yang mungkin masih bisa dioptimalkan. Akting dari para pemain cukup baik meski tidak terlalu memukau. Terutama akting Ella yang sering kali memberikan ekspresi yang kurang kuat.

 

Beberapa hal yang sedikit janggal adalah dimana akan wajar jika seseorang yang baru datang dan berada di tempat baru melakukan eksplor terhadap tempat tersebut. Apalagi mereka datang saat matahari masih terang. Namun, tidak bagi keluarga ini. Theo bahkan tidak mengetahui banyak ruangan dan saklar di rumah tersebut. Dirinya sepanjang malam kebingungan dan berkeliling kesana kemari hanya untuk mematikan lampu dan mencari saklar.

 

Dengan segala keanehan yang terjadi di rumah tersebut, tidak ada sedikitpun pikiran mereka untuk segera pergi dari tempat itu. Padahal orang sekitar telah memberikan reaksi yang cukup aneh. Theo juga tidak penasaran dengan Stetler, pemilik rumah tersebut.

 

Konflik yang ditawarkan juga kurang dalam. Konflik di masa lalunya tidak di jelaskan secara gamblang. Konflik yang timbul antara Susan dan Theo juga tidak begitu dalam. Bahkan hingga akhir, tidak diketahui dengan pasti sebenarnya Ella adalah anak Theo dengan istri terdahulunya atau dengan Susan. Latar belakang rumah tersebut juga tidak terlalu jelas, meski di akhir ada sedikit penjelasan. Namun, penjelasan tersebut tidak begitu kuat untuk membuat penonton memahami hal yang sedang terjadi.

 

#spoiler. Akhir cerita juga sedikit membingungkan. Tidak ada jawaban yang pasti mengenai identitas Stetler. Tidak diketahui dengan pasti juga akhir dari Theo apakah dirinya masih hidup atau mati. Selain itu, untuk sekelas 'rumah yang dikelola makhluk tidak jelas'. Makhluk tersebut cukup ahli membuat iklan di media online. Hehe

 

Beberapa detail juga seakan terlewat saat pembuatan. Terutama tulisan yang di dalam buku jurnal. Di akhir seakan ingin memberitahukan siapa yang menulis di buku tersebut. Namun, tulisan yang diperlihatkan di awal dan di akhir berbeda. Sehingga sedikit tidak konsisten.

 

Secara keseluruhan, film ini masih cukup layak untuk ditonton dan memberikan ketegangan yang masih bisa dinikmati.

 

Adegan yang mengesankan:


You Should Have Left (2020)

Theo mengalami kejadian yang mengerikan dan bersangkutan dengan anaknya, Ella. Theo menyadari bahwa hal tersebut adalah mimpi. Dirinya berusaha dengan sekuat tenaga untuk terbangun dari mimpi tersebut. Termasuk dengan cara melukai dirinya sendiri. Mungkin beberapa orang pernah mengalami hal ini, dimana dirinya sadar bahwa sedang berada di dalam alam mimpi.

 

Dialog mengesankan:

"Tidak bisa lari dari bayanganmu sendiri."

Theo menyadari bahwa yang selama ini menghantui dirinya adalah dirinya sendiri. Tidak ada yang bisa lari dari bayangan mereka sendiri. Bayangan akan selalu menempel kemana pun kita pergi. Hal yang harus dilakukan hanya dengan berdamai dan menerima.

 
Ending:

Cliffhanger Ending.

 
Rekomendasi:

Worth to watch! Bagi sineas yang menyukai film misteri, film ini cukup layak untuk dijadikan salah satu alternatif.

 

(Aluna)

 


Posting Komentar

0 Komentar