Review Film The Ghost Game (2025) - Ritual Terlarang yang Gagal Mewujudkan Ketakutan

 

The Ghost Game | 2025 | 1h 34m
Genre : Horror/Mystery/Thriller | Negara: South Korea
Director: Son Dong-wan | Writers: Son Dong-wan
Pemeran: Kim Ye-rim, Lee Chan-Hyeong, Seo Dong-hyun
IMDB: 4.9
My Rate : 5/10

Ja Yeong dan teman-temannya melakukan ritual berbahaya demi konten dan kemenangan lomba. Namun bagi Ja Yeong, ini bukan soal uang, melainkan tentang masa lalu yang belum selesai—hingga ia rela menjadikan adik tirinya sebagai media dalam ritual yang berujung lepas kendali.

Peringatan:

Adegan kekerasan, melukai diri, dan kata kasar 

 

Sinopsis :

Ja Yeong bersama empat teman sekolahnya berencana membuat konten video untuk mengikuti sebuah kontes YouTube yang menjanjikan hadiah uang dalam jumlah besar. Demi menarik perhatian penonton, mereka sepakat meniru sebuah ritual pemanggilan arwah yang pernah mereka lihat sebelumnya—ritual yang mereka yakini hanyalah tipuan belaka.

Mereka pergi ke sebuah gedung terbengkalai yang dipercaya sebagai lokasi ritual tersebut. Untuk memenuhi syarat jumlah peserta, Ja Yeong membawa serta adik tirinya, Seo-Woo, tanpa sepenuhnya mengungkapkan risiko yang mungkin terjadi. Awalnya, ritual itu direncanakan hanya sebagai sandiwara. Namun atas dorongan Ja Yeong, permainan berbahaya itu berubah menjadi ritual sungguhan.

Ritual berjalan di luar dugaan. Pertanyaan yang mereka ajukan mendapatkan jawaban, dan kehadiran sesuatu yang tak kasat mata mulai terasa nyata. Masalah muncul ketika roh jahat yang dipanggil menolak meninggalkan tubuh Seo-Woo yang dijadikan media. Sejak saat itu, teror demi teror mengintai mereka, menjadikan nyawa sebagai taruhan atas keputusan yang mereka anggap sepele.

Akankah mereka mampu mengusir roh tersebut dan keluar dari tempat itu dengan selamat, atau justru terjebak oleh kesalahan yang mereka ciptakan sendiri?

 

Ulasan :

Apakah kamu berani bermain-main dengan roh jahat? Permainan pemanggilan arwah sering dilakukan dengan berbagai alasan tanpa benar-benar memikirkan bahaya yang mungkin terjadi. The Ghost Game memperlihatkan enam remaja yang menjadikan ritual berbahaya sebagai permainan, seolah ancaman yang muncul bukan sesuatu yang patut ditakuti.

Ide cerita yang diusung sebenarnya menarik. Sayangnya, eksekusi yang belum matang membuat potensi tersebut tidak tergarap maksimal. Sepanjang cerita, beberapa kelemahan muncul dan perlahan mengganggu pengalaman menonton.

Pondasi cerita dibangun dengan cukup kuat melalui adegan pembuka berupa mimpi Ja Yeong tentang pertemuannya dengan arwah sang kakak. Adegan ini menjanjikan kengerian yang emosional. Namun, janji tersebut tidak sepenuhnya terbayar di bagian selanjutnya.

Tokoh demi tokoh mulai diperkenalkan—teman-teman Ja Yeong dan adik tirinya yang memiliki peran penting dalam cerita. Ritual sebagai perantara kengerian juga dijelaskan melalui visualisasi yang menjanjikan. Motivasi yang melatarbelakangi keinginan mereka pun disampaikan dengan cukup jelas.

Konflik berkembang secara perlahan melalui kebimbangan para tokoh—antara percaya dan tidak percaya pada ritual yang akan dilakukan. Ketegangan meningkat saat keputusan diambil untuk melakukan ritual sungguhan. Namun, eskalasi ini tidak diiringi dengan pendalaman karakter yang memadai, sehingga dampak emosionalnya terasa lemah.

Akhir cerita menghadirkan twist yang menarik secara konsep. Namun, kehilangan kekuatannya karena penempatan adegan tambahan yang kurang tepat. Beberapa keputusan naratif justru merusak klimaks yang seharusnya menjadi titik paling kuat dalam film.

Akting para pemain terasa kurang memuaskan. Padahal beberapa di antaranya—terutama tokoh utama, Yeri—telah memiliki pengalaman dan pernah mendapat pujian atas kemampuan aktingnya. Sayangnya, potensi tersebut tidak benar-benar muncul dalam film ini.

Kelemahan terbesar film ini terletak pada penyajian karakter dan dialog yang terasa kaku serta tidak natural. Hal tersebut membuat reaksi tokoh terhadap bahaya terlihat tidak masuk akal dan mengurangi ketegangan yang dibangun. Meski demikian, film ini tetap memiliki kelebihan dari sisi musik, sound effect, dan pergerakan kamera yang cukup mendukung atmosfer. Walau terkadang masih terasa kekosongan dibeberapa sisi.

The Ghost Game memiliki gagasan yang menjanjikan, namun belum mampu menyampaikannya dengan kedalaman yang sepadan. Ulasan ini menjadi catatan bahwa kengerian tidak hanya bergantung pada ide, tetapi juga pada bagaimana karakter dan konflik diberi ruang untuk tumbuh. Tanpa itu, ritual berbahaya yang ditampilkan hanya akan terasa sebagai permainan tanpa bekas.

 

Adegan yang mengesankan:  

-

 
Dialog mengesankan:

-

 
Ending:

Sad Ending

 

Rekomendasi:

Okay to Watch

 

(Aluna)

 


Posting Komentar

3 Komentar