Kehidupan
tidak selalu berjalan sesuai dengan cerita yang kita rencanakan, dan terkadang
kita hanya ingin bertanya kepada pencipta kisah mengapa semuanya harus terjadi
kepada kita. Namun, bagaimana jika suatu hari kita justru mendapatkan
kesempatan untuk masuk ke dalam cerita yang kita ciptakan sendiri dan melihat
kehidupan para tokoh dari sudut pandang yang berbeda?
Sinopsis Serial Unexpected (2018)
He
Jie adalah seorang penulis komik terkenal yang masa kejayaannya mulai berlalu
setelah belum berhasil menghasilkan karya baru yang mampu menandingi kesuksesan
Crystal Love. Ketika mengetahui bahwa komiknya akan dilanjutkan oleh
orang lain dan Lu Zixing, tokoh antagonis yang selama ini ia ciptakan, akan
menjadi pemeran utama, He Jie merasa sangat marah hingga sebuah kecelakaan
membawanya masuk ke dunia komiknya sendiri. Di sana, ia mengetahui bahwa untuk
dapat kembali ke dunia nyata, dirinya harus mengubah nasib Lu Zixing yang dalam
cerita asli memiliki akhir yang tragis.
He
Jie kemudian mulai mendekati Lu Zixing dan berusaha membuat kehidupannya lebih
bahagia. Ia mendapatkan sebuah pena ajaib yang dapat mengubah gambar menjadi
benda nyata untuk membantunya menjalankan misi, sekaligus harus menghadapi
kenyataan bahwa dunia komiknya tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan apa yang
pernah ia tuliskan. Setiap tokoh ternyata memiliki kehidupan, perasaan, dan
cerita sendiri yang berkembang di luar halaman komik He Jie.
Semakin
lama berada di dalam dunia tersebut, He Jie mulai melihat sisi lain dari
karakter-karakter yang selama ini ia kenal. Lu Zixing yang ia ciptakan sebagai
tokoh jahat ternyata memiliki luka dan alasan di balik tindakannya, sementara
Gong Cheng yang terlihat memiliki kehidupan sempurna ternyata juga menghadapi
tekanan dalam keluarganya. Lalu, apakah He Jie akan berhasil mengubah jalan
cerita setelah mengetahui bahwa para tokoh yang ia ciptakan ternyata memiliki
kisah mereka sendiri?
Ulasan Serial Unexpected (2018)
Salah
satu hal yang membuat serial ini menarik adalah konsep ceritanya yang sulit
ditebak. Ide mengenai seorang penulis yang masuk ke dalam dunia komiknya
sendiri memberikan kesempatan untuk melihat sebuah cerita dari sudut pandang
penciptanya secara langsung.
Pada
awalnya, He Jie melihat semua tokoh berdasarkan peran yang sudah ia tentukan.
Lu Zixing adalah tokoh jahat yang berusaha menghancurkan hubungan Gong Cheng
dan Pei En Cai, sehingga He Jie tidak memiliki alasan untuk merasa iba
kepadanya.
Namun,
ketika benar-benar bertemu dengan Lu Zixing, pandangannya perlahan berubah. Ia
mulai mengetahui kehidupan Lu Zixing yang jauh lebih rumit daripada yang pernah
ia tuliskan dalam komiknya.
Lu
Zixing hidup bersama ibunya yang pernah mengalami penyiksaan dari ayah tirinya.
Mereka juga harus menghadapi masalah utang hingga dikejar penagih utang,
sehingga keinginannya mendapatkan Gong Cheng yang kaya ternyata memiliki alasan
yang lebih dalam daripada sekadar keinginan untuk merebut pasangan orang lain.
Hal
yang sama terjadi kepada Gong Cheng. He Jie sebelumnya hanya melihatnya sebagai
anak orang kaya yang memiliki kehidupan sempurna karena segala sesuatu yang
dibutuhkan selalu tersedia.
Namun
kenyataannya, Gong Cheng juga memiliki tekanan dalam kehidupannya. Ia harus
terus belajar, menjaga nama baik keluarga, mengurus perusahaan, dan menjalani
berbagai tanggung jawab yang membuat dirinya tidak dapat menikmati kehidupan
seperti anak seusianya.
Dari
sini, menurut saya, pesan utama serial ini mulai terlihat. Kita sering kali
menilai seseorang hanya berdasarkan bagian kehidupannya yang terlihat dari
luar, padahal mungkin ada banyak hal yang tidak pernah kita ketahui.
Bahkan
tokoh yang hanya muncul satu atau dua kali dalam komik He Jie ternyata memiliki
perasaan dan tujuan mereka sendiri. Teman masa kecil Pei En Cai misalnya,
ternyata memiliki perasaan kepadanya dan berusaha mendapatkan cinta tersebut,
meskipun dalam komik aslinya perannya tidak terlalu besar.
Hal
tersebut membuat He Jie perlahan memahami bahwa kehidupan para tokohnya tidak
berhenti ketika dirinya menutup buku atau selesai menggambar satu halaman.
Mereka seolah memiliki kehidupan sendiri yang terus berjalan dan berkembang.
Menurut
saya, bagian tersebut menjadi kekuatan cerita. Interaksi antartokoh terasa
ringan dan berbagai kejadian di luar dugaan membuat penonton penasaran mengenai
apa yang akan terjadi berikutnya.
Perjalanan
He Jie juga tidak hanya mengenai usahanya mengubah nasib Lu Zixing. Semakin ia
mengenal tokoh-tokohnya, semakin banyak hal yang membuat pandangannya berubah.
Lu
Zixing yang awalnya hanya ingin ia selamatkan dari akhir cerita yang buruk
perlahan menjadi seseorang yang benar-benar ia pedulikan. Dalam proses
tersebut, tanpa disadari He Jie juga mulai memiliki perasaan kepada Lu Zixing.
Berbagai
kejadian lucu dan menarik kemudian muncul dari hubungan mereka. Hal tersebut
membuat serial ini tidak terasa terlalu berat meskipun membawa tema mengenai
kehidupan, nasib, dan kematian.
Namun,
ada satu hal yang menurut saya menjadi kelemahan serial ini, yaitu penggunaan
pena ajaib. Sejak awal pena tersebut diberikan sebagai special item yang
seharusnya dapat membantu He Jie menyelesaikan misinya.
Sayangnya,
kekuatan tersebut tidak terlalu banyak dimanfaatkan sepanjang cerita. He Jie
lebih sering menjalani kehidupan di dalam komiknya seperti orang biasa dan
berusaha mengubah jalan cerita melalui tindakan serta hubungannya dengan para
tokoh.
Padahal,
kemampuan pena tersebut sebenarnya bisa menjadi elemen yang menarik untuk
dikembangkan lebih jauh. Potensinya sebagai alat untuk mengubah dunia komik
tidak terasa sebesar yang diperkenalkan pada awal cerita.
Kekuatan
pena tersebut baru terlihat lebih jelas ketika benda itu dicuri dan digunakan
untuk tujuan yang buruk. Namun, menurut saya, pemanfaatannya masih terasa
sekadar digunakan untuk kebutuhan cerita tanpa memberikan dampak yang terlalu
besar.
Meski
demikian, kelemahan tersebut tidak menghilangkan daya tarik keseluruhan serial.
Justru hubungan antartokoh dan perubahan cara pandang He Jie menjadi bagian
yang membuat cerita tetap menarik untuk diikuti.
Menurut
saya, pelajaran paling penting dari serial ini adalah jangan menilai seseorang
hanya berdasarkan persepsi yang sudah kita buat sendiri. Kita mungkin merasa
sudah mengenal seseorang hanya karena mengetahui satu bagian dari kehidupannya,
padahal masih ada banyak cerita yang tidak pernah kita lihat.
Lu
Zixing menjadi contoh paling jelas dalam hal tersebut. He Jie menciptakannya
sebagai karakter jahat, tetapi setelah mengenalnya secara langsung, ia
menemukan seseorang yang memiliki alasan, ketakutan, dan luka seperti manusia
pada umumnya.
Hal
tersebut juga berlaku pada Gong Cheng dan tokoh-tokoh lain. Seseorang yang
terlihat memiliki kehidupan sempurna belum tentu benar-benar bahagia, sementara
seseorang yang terlihat buruk belum tentu sepenuhnya jahat.
Pada
akhirnya, setiap orang memiliki kisahnya masing-masing. Kita mungkin hanya
melihat sebagian kecil dari kehidupan seseorang, sehingga penilaian yang
terlalu cepat dapat membuat kita tidak pernah benar-benar memahami siapa
dirinya.
Secara
keseluruhan, serial ini cukup saya rekomendasikan untuk ditonton. Jalan
ceritanya menarik, interaksi antartokohnya terasa ringan, dan terdapat cukup
banyak kejadian yang tidak mudah ditebak sehingga membuat penonton terus ingin
mengetahui kelanjutannya.
Adegan Mengesankan
Salah
satu adegan yang paling mengesankan bagi saya adalah ketika He Jie pertama kali
menyadari bahwa dirinya benar-benar berada di dalam dunia Crystal Love.
Setelah menemukan orang-orang dan tempat yang selama ini hanya ada dalam
komiknya, ia akhirnya sadar bahwa karakter yang selama ini ia ciptakan ternyata
benar-benar hidup di hadapannya.
Adegan
tersebut menjadi titik awal perubahan cara pandang He Jie. Ia tidak lagi hanya
menjadi penulis yang menentukan kehidupan para tokohnya, tetapi harus
berhadapan langsung dengan kehidupan yang selama ini hanya ia kenal melalui
halaman komik.
Dialog Mengesankan
“The World is Beautiful.”
Kalimat
ini menjadi bagian penting dari perjalanan He Jie dan Lu Zixing karena
merupakan salah satu hal yang harus dicapai He Jie dalam misinya. Bagi saya,
kalimat tersebut juga terasa semakin berarti karena perjalanan cerita perlahan
membuat He Jie melihat bahwa dunia dan orang-orang yang sebelumnya ia anggap
sederhana ternyata memiliki sisi yang jauh lebih kompleks.
Dialog
tersebut akhirnya terasa seperti kebalikan dari pandangan He Jie di awal
cerita. Ia datang dengan prasangka terhadap Lu Zixing, tetapi justru belajar
memahami bahwa di balik setiap karakter terdapat kehidupan yang tidak
sesederhana apa yang pernah ia tuliskan.
0 Komentar