Review Film "Lost, Found" - Perjuangan seorang Ibu mencari anaknya yang hilang

 

 
 Lost, Found | 2018 | 1h 42m
 Genre : Drama, Mistery | Negara: China |
Director: Yue Lu | Writer : Haiyan Qin
 Pemeran:  Chen Yao, Yili Ma, Wenkang Yuan, dll
IMDB : 6.5/10
Menjadi seorang ibu tunggal (single mom) sekaligus wanita karir membuat Li Jie (Chen Yao) kesulitan membesarkan anaknya yang berumur 2 tahun , Duo Duo. Dirinya pun masih harus dihadapkan dengan permasalahan hak asuh anak atas dampak perceraiannya dengan suaminya Tian Ning (Wengkang Yuan), dimana Ibu Tian Ning bersikeras agar Duo Duo berada dibawah asuhan suaminya. Di tengah kesulitan yang dihadapinya, tetangganya mengenalkannya dengan 'keponakannya' Sun Fang (Yili Ma) yang akhirnya menjadi pengasuh di rumah Li Jie. 

Semua berjalan dengan lancar, kinerja Sun Fang cukup baik meskipun dirinya tidak memiliki sertifikat pelatihan resmi. Selain merawat Duo Duo, Sun Fang juga membantu Li Jie untuk mengurus rumah. Hingga suatu hari, Li Jie yang kembali dari kantornya mendapati gelas yang digunakannya tadi pagi belum dicuci, hingga dia menyadari bahwa Sun Fang dan Duo Duo tidak ada di dalam rumah tersebut. Dengan kondisi panik dia menelpon suaminya untuk menanyakan keberadaan anaknya dan tidak mendapatkan hasil. Menyadari bahwa sedikit informasi yang diketahuinya atas Sun Fang. Dirinya pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan, hingga sebuah telpon misterius menghubunginya dan meminta uang kepadanya. 

Setelah mengirimkan semua uang yang ada di dalam tabungannya, Li Jie pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh penelpon misterius tersebut. Namun, Li Jie tidak menemukan Duo Duo di tempat itu. Akhirnya dirinya memutuskan untuk melaporkan kembali ke Kantor Polisi. Polisi mencurigai dirinya melakukan manipulasi penculikan tersebut, karena masalah hak asuh dengan suaminya dan keluarga suaminya terus memojokkannya. Li Jie yang merasa tidak sabar akhirnya mencari sendiri keberadaan dari Duo Duo. Pencarian tersebut secara tidak sengaja juga membuka masa lalu dari Sun Fang dan alasan dirinya melakukan penculikan tersebut. 

Seorang Ibu dapat melakukan apapun demi anaknya

Film ini dibuka dengan adegan Li Jie yang berteriak histeris mencari anaknya di tumpukan sampah di pinggir jalan. Pada adegan ini, penonton dapat merasakan emosi yang berkecamuk dalam pikiran Li Jie. Li Jie yang terlihat antara begitu berharap untuk dapat menemukan anaknya dan juga harapan agar anaknya tidak ditemukan dalam keadaan mati, terlihat jelas dalam adegan ini. Li Jie terus menerus mengobrak-abrik sampah yang ada di bawah jembatan tersebut. Saya rasa, pembukaan film ini cukup menarik, penonton telah disuguhi buncahan emosi yang akhirnya membuat penonton penasaran akan jalan cerita dari Film ini. 

Lost, Found
Li Jie yang mencari Duo Duo

Li Jie yang digambarkan sebagai seorang pengacara, saat itu sedang melawan seorang wanita yang sedang memperjuangkan hak asuh anaknya. Sebagai seorang pengacara profesional Li Jie mencari cara agar hak asuh jatuh ke tangan ayah dari anak tersebut. Dirinya mengesampingkan perasaannya dan mencari kelemahan dari wanita yang menjadi lawan dari kliennya. Hal ini bertentangan dengan dirinya yang juga merupakan seorang ibu yang sedang mengalami masalah yang sama. Li Jie mati - matian memperjuangkan hak asuh anak agar jatuh ke tangannya.

Terdapat suatu kontradiksi cerita dan konflik dalam diri Li Jie saat menjalani persidangan kasus tersebut. Namun, hal ini bukan tanpa arti, Lu Yue seakan membuka sebuah pintu untuk akhirnya Li Jie dapat menarik kesimpulan dan melakukan hal yang benar setelah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan baginya. Dimana dirinya menyadari bahwa betapa berharga seorang anak bagi seorang ibu, hingga Ibu pastinya akan melakukan apapun demi bisa bersama dengan anaknya. 

Pembangunan alur cerita saya rasa cukup apik. Pondasi cerita juga terbangun dengan kuat karena disajikan secara jelas dan tidak terburu - buru. Terdapat dua cerita utama dalam film ini. Pertama, cerita Li Jie yang mencari anaknya yang hilang dengan permasalahan perebutan hak asuh anaknya yang belum selesai. Kedua, kejadian yang dialami oleh Sun Fang yang menjadi latar belakang penculikan tersebut. 

Kejadian yang dialami oleh Li Jie saya rasa sebagai sarana bagi penonton untuk mengetahui kejadian yang dialami Sun Fang. Hal ini terlihat dari setiap kegiatan pencarian yang dilakukan Li Jie, akan mengarahkan pada flashback kejadian yang dialami Sun Fang semasa hidupnya. Pola cerita terus berulang dimana Li Jie menemui seseorang yang mengenal Sun Fang, kemudian mereka menceritakan masa lalu Sun Fang, dan begitu seterusnya. 

Lu Yue sebagai Direktor Film berhasil membangun rasa empati di dalam hati para penonton. Empati yang timbul tidak hanya kepada tokoh Li Jie sebagai seorang Ibu yang anaknya diculik. Namun, rasa empati itu juga timbul kepada tokoh Sun Fang sebagai penculiknya. 

Li Jie yang begitu kehilangan dan terus berusaha mencari anaknya, terlihat jelas dari ekspresi yang ditunjukkannya, tidak peduli malam atau siang dirinya terus berusaha mencari keberadaan Sun Fang dengan mendatangi semua orang yang bisa memberikan dirinya petunjuk. Hal ini memperlihatkan begitu besarnya rasa sayang Li Jie kepada anaknya hingga dia tidak memperdulikan dirinya sendiri. Hanya saja, saya tidak dapat merasakan rasa khawatir itu dari mantan suami Li Jie, Tian Ning. Dimana Tian Ning tetap melaksanakan pekerjaannya sebagai dokter dan ketika Li Jie meminta bantuannya untuk mencari data Sun Fang, Tian Ning tidak langsung melakukan dan masih meminta penjelasan kepada Li Jie. 

Melalui flashback yang disajikan, penonton akan merasakan empati kesulitan yang dialami Sun Fang. Satu hal yang masih menjadi pertanyaan saya ketika menonton film ini. Meskipun flashback yang dipertontonkan sebagai sarana bagi penonton untuk memahami alasan Sun Fang melakukan penculikan, tetapi menurut saya tidak terlalu menjawab kenapa Sun Fang baru melakukannya saat itu setelah sekian lama tinggal dan bekerja dengan Li Jie. Selain itu, hari sebelum penculikan itu terjadi, Sun Fang seakan ingin menyampaikan sesuatu kepada Li Jie. Hanya saja Li Jie tidak sempat mendengarkan perkataan Sun Fang. Apakah benar Sun Fang berniat membawa Duo Duo? atau karena dirinya tidak dapat meninggalkan Duo Duo sendiri sehingga membawanya?

Lost, Found
Li Jie bersama Sun Fang dan Duo Duo

Mungkin beberapa penonton akan merasa familiar dengan cerita film ini, karena film ini juga dibuat dalam versi Korea dengan Judul Missing : Sarajin Yeoja. Namun berdasarkan info yang didapat, bahwa film ini bukan merupakan remake dari film tersebut. Hak atas naskah film telah didapatkan dari penulis bahkan sebelum pihak korea melakukan shoting. Saya akan melakukan ulasan terpisah untuk film Missing: Sarajin Yeoja. 

Secara garis besar, film ini mengangkat berbagai tema sosial yang ada di masyarakat. Tantangan bagi seorang wanita dimana mendapatkan tekanan dari masyarakat. Terdapat dua sisi, dimana seorang perempuan yang memiliki karir dianggap tidak memperhatikan keluarga, sedangkan jika memilih untuk tinggal di rumah akan dianggap sebagai beban suami. Sikap seorang pria yang sering kali semena - mena dan menganggap remeh istri mereka. Pentingnya seorang bayi laki - laki dibandingkan seorang bayi perempuan. Selain itu, uang juga menjadi unsur penting yang melatarbelakangi kejadian tersebut. 

Hal - hal tersebut masih dianggap wajar di masyarakat, sehingga menurut saya film ini berhasil menggambarkan tema - tema tersebut melalui sebuah cerita yang menarik. Secara keseluruhan, saya memberikan rating 8/10. Jalan cerita yang menarik dan menguras emosi. Akting dari para aktor utama yang cukup baik. Serta pesan - pesan yang diangkat dalam film ini membuat kita menyadari bahwa permasalahan itu masih ada. Permasalahan tersebut dapat memberikan dampak bagi kita di kehidupan nyata. 

Sehingga saya merekomendasikan film ini untuk ditonton bagi kamu yang peduli dengan tema - tema serupa. 

(aluna)


Posting Komentar

0 Komentar