Review Film Living in Your Sky (2020) - - Kekosongan yang tidak dapat didefinisikan


Living in Your Sky| 2020 | 1h 58m

Genre : Drama| Negara: Japan

Director: Shinji Aoyama | Writers: Shinji Aoyama, Chihiro Ikeda, Masato Odake

Pemeran: Mikako Tabe, Yukino Kishii, Rie Mimura, dll

IMDB: 5.5/10

Tomatometer : 91%

My Rate : 10/10

 

Naomi merasa kekosongan setelah orang tuanya meninggal, tetapi nasib membawa dia bertemu dengan Morinori, seorang aktris yang juga merasa perasaan yang sama dalam hidupnya.

 

Sinopsis Film Living in Your Sky

 

Setelah kematian orang tuanya dalam sebuah kecelakaan, Naomi Kobayakawa (Mikako Tabe) harus pindah ke sebuah apartemen mewah milik pamannya. Pamannya, Masahiro Kobayakawa (Shingo Tsurumi) dan istrinya, Asuko Kobayakawa (Rie Mimura) membeli apartemen tersebut sebagai investasi dan amat senang saat Naomi tinggal disana. Naomi tinggal bersama kucing kesayangannya, Haru.

 

Naomi bekerja sebagai seorang editor di sebuah penerbit kecil. Selama dirinya cuti, pekerjaannya dan penulis yang menjadi tanggung jawabnya dipindah tanggung jawabkan ke sahabatnya, Aiko (Yukino Kishii). Naomi mencoba untuk mendapatkan kembali tanggung jawab tersebut terlebih melihat kondisi Aiko yang saat itu sedang hamil tua.

 

Apartemen tempat Naomi tinggal terkenal dengan tempat hunian para artis. Naomi tidak sengaja bertemu dengan Morinori Tokiko (Takanori Iwata), artis yang billboardnya bisa terlihat dari dalam apartemennya. Naomi mulai penasaran mengenai identitas dari Morinori dan mencari tahu dari berbagai media.

 
Perasaan Hampa dalam diri

 

Pertemuan antara Naomi dan Morinori terus terjadi. Hubungan mereka pun menjadi dekat satu sama lain karena merasa memiliki kekosongan yang sama. Perasaan hampa juga dirasakan oleh Aiko. Aiko sering menghabiskan kesehariannya sendirian di apartemen saat Naomi tidak berada disana.


Living in Your Sky
Naomi dan Aiko
 

Aiko sering mengunjungi Naomi dan sering kali tanpa pemberitahuan. Namun, hal tersebut membuat Naomi kehilangan privasinya. Awalnya hal tersebut tidak terlalu dipermasalahkan. Hanya saja, lama kelamaan Naomi mulai merasa terganggu terlebih saat Morinori mulai sering datang ke apartemennya.

 

Morinori berhenti datang sejak terakhir kali dimana Aiko datang dan langsung membuka pintu apartemen tersebut. Meski antara Naomi dan Morinori tidak memiliki kejelasan dalam hubungan mereka. Namun, Naomi merasakan kepedihan dalam hatinya. Haru yang juga mendadak sakit membuat dirinya makin depresi.

 

Apakah Naomi bisa berdamai dengan perasaannya?

 
Ulasan Film Living in Your Sky

 

Film Living in Your Sky diadaptasi dari sebuah novel karangan Masato Odake dengan judul Sora ni Sumu. Film ini juga merupakan film terakhir yang di sutradarai oleh Shinji Aoyama sebelum kematiannya di tahun 2022. Ide cerita yang disajikan menarik, karena relate dengan keadaan di masa saat ini.

 

Kehampaan atau kekosongan sering kali dirasakan oleh beberapa orang. Perasaan ini merupakan perasaan yang rumit dan sulit di definisikan. Dalam film ini kita dapat melihat bagaimana orang - orang dengan perasaan yang sama saling tertarik satu sama lain seperti memiliki sebuah magnet.

 

Penyebab dari rasa ini pun berbeda beda, seperti Naomi yang mungkin merasa hampa karena kehilangan orang tuanya atau malah karena tidak pernah merasakan keberadaan orang tuanya. Morinori juga digambarkan memiliki perasaan hampa meskipun dirinya merupakan artis terkenal yang dikelilingi. Aiko yang merasa hampa karena keluarganya di masa lalu atau malah kehidupannya saat ini.

 

Akting dan dialog para pemain cukup menarik. Naomi yang merupakan seorang editor banyak menggunakan dialog kiasan untuk menggambarkan isi hatinya. Namun, hal tersebut malah terasa begitu dalam. Ditambah lagi dengan pemilihan musik yang mendukung.

 

Terdapat beberapa adegan ciuman yang saya rasa tidak merusak estetika dari film tersebut. Adegan tersebut seperti simbol perasaan yang menyatu antara tokoh utamanya. Cerita yang disajikan tidak juga terlihat tumpang tindih.

 

Cerita dibangun dengan pondasi yang amat baik. Konflik juga terasa mengalir dan tidak berlebihan terlihat dari perkembangan karakter dari tokoh utamanya. Ending yang termasuk dalam kategori happy ending dimana para tokoh akhirnya bisa berdamai dengan perasaannya masing - masing. Terutama tokoh utama yang akhirnya bisa meluapkan segala emosi yang terpendam dalam dirinya.


Living in Your Sky
Naomi menemani Haru

 

Adegan yang amat mengesankan adalah saat Naomi menemani Haru di akhir - akhir hidupnya. Naomi terlihat begitu sedih, tetapi kesedihan tersebut bukan dari air mata melainkan dari ekspresi dan cara dirinya bersikap. Kesedihan yang demikian membuat bekas yang lebih dalam di hati para penonton.

 

Pesan dalam Film Living in Your Sky

 

"Aku juga ingin bisa menangis seperti itu."

 

Perasaan adalah suatu hal yang amat sulit. Tidak sedikit orang yang memilih untuk menyembunyikan perasaannya atau denial dengan perasaannya sendiri. Hal ini yang mungkin membuat orang merasakan kekosongan dan kehampaan dalam diri mereka. Sebab diri mereka juga tidak terlalu bisa mengerti apa yang mereka rasakan.

 

Layak ditonton atau tidak?

 

Film Living in Your Sky adalah film yang layak untuk ditonton dan masuk dalam kategori must watch terutama bagi sineas yang sering merasa hampa dalam hidupnya. Film ini membuat kita berpikir kembali mengenai kehidupan dan makna hidup.

 

(Aluna)

 

Posting Komentar

0 Komentar