Review Film Threads - Our Tapestry of Love (2020)

Yarn (2020)

Threads - Our Tapestry of Love (Original title: Yarn) | 2020| 2h 10m

Genre : Romance | Negara: Japan

Director: Takahisa Zeze, Ivaylo Brusowski | Writers: Tamio Hayashi

Pemeran: Masaki Suda, Nana Komatsu, Fumika Baba, dll

IMDB: 6.5/10

Tomatometer : -%

My Rate : 7/10

 

Ren dan Aoi, setelah pertemuan pertamanya saat umur 13 tahun, selama 18 tahun takdir kehidupan terus mempermainkan mereka dengan pertemuan dan perpisahan yang terus berulang.

 

Peringatan:

Terdapat adegan kekerasan

 

Sinopsis:

Ren (Masaki Suda) tidak sengaja bertemu dengan Aoi (Nana Komatsu) pada umur 13 tahun, saat acara kembang api tahun baru. Interaksi di antara mereka membuat mereka menjadi dekat satu sama lain. Aoi yang tadinya pemurung menjadi sosok yang periang. Perasaan suka mulai muncul antara keduanya.

 

Aoi menyembunyikan mengenai kehidupan keluarganya dari Ren. Ren tidak sengaja mengetahui bahwa Aoi menjadi korban kekerasan dari pacar ibunya dan tidak mendapatkan pembelaan dari ibunya. Ren mencoba untuk mengajak Aoi untuk pergi bersamanya. Namun, polisi berhasil menemukan mereka dan akhirnya perpisahaan terjadi. Ren tidak pernah lagi bertemu dengan Aoi.

 

8 tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di acara pernikahan sahabatnya. Saat mengetahui bahwa Aoi akan hadir, Ren memutuskan untuk hadir di acara tersebut. Pertemuan pun terjadi. Suasana canggung tercipta walau perasaan suka yang lama terpendam, kembali muncul. Waktu yang bergulir membawa mereka melalui banyak kisah dalam kehidupan. Aoi kembali berbohong mengenai kehidupan yang dia jalani. Ren pun menyadari saat itu Aoi telah bersama dengan orang lain.

 

Ren menyerah pada cintanya kepada Aoi dan memilih untuk melanjutkan hidupnya dengan menjalin asmara dengan Kaori, seorang seniornya di tempat dia bekerja. Aoi pun pergi meninggalkan Jepang dan berusaha mencari pekerjaan di Singapura. Ren dan Aoi memutuskan untuk menjalani hidup mereka masing - masing. Namun, takdir kembali membuat keduanya terpuruk.

 

Akankah takdir mempersatukan kembali mereka?

 

Film ini mengingatkanmu pada:

Film ini terinspirasi dari sebuah lagu jepang berjudul "Ito" dari Miyuki Nakajima. Hal ini mengingatkan pada sebuah serial berjudul First Love yang terinspirasi dari lagu Utada Hikaru berjudul First Love dan Hatsukoi. Meski memiliki cerita yang pastinya berbeda, tetapi kedua film ini sama - sama terinspirasi dari sebuah lagu.

 

Ulasan:

Film Threads diadaptasi dari lagu berjudul Ito karya Miyuki Nakajima. Lagu ini memiliki makna yang mendalam dimana jika seseorang ditakdirkan untuk bersama, meski kehidupan mungkin akan membawa mereka di jalan yang berbeda, mereka akan kembali bertemu. Ide cerita ini amat baik, mengingat bahwa hal ini sering terjadi dalam kehidupan kita sebagai manusia. Namun, agak disayangkan saat eksekusi cerita sedikit kurang maksimal.

 

Alur cerita menggunakan alur maju mundur. Penonton akan dibawa kembali ke beberapa timeline waktu. Penyajiannya dilakukan secara sistematis, sehingga tidak membuat penonton menjadi bingung. Penonton dapat mengikuti alur cerita tersebut dengan amat baik.

 

Pembangunan latar belakang cerita, latar belakang tokoh, dan karakter pemain dilakukan dengan cukup baik. Kita seakan mengenal masing - masing karakter yang ditampilkan dalam film ini terutama karakter utama. Hal ini amat penting bagi penonton untuk bisa memahami cerita secara keseluruhan. Hanya saja dari narasi cerita masih kurang dibangun dengan baik.

 

Narasi secara umum dibagi menjadi 3 bagian, yaitu saat pertemuan mereka di masa lalu, kehidupan Ren, dan kehidupan Aoi. Kisah pertemuan mereka disajikan dengan tempo yang pas. Kehidupan Aoi juga disajikan dengan tempo dan porsi yang pas dan juga tidak menghilangkan fakta Aoi sebagai tokoh utama. Namun, saat bagian kehidupan Ren ditampilkan, bagian ini seakan terlalu dipaksakan.

 

Begitu banyak hal yang terjadi di kehidupan Ren yang ingin ditampilkan, sehingga membuat tempo menjadi seakan diburu-buru dan kisah menjadi tidak mendalam. Bahkan Kaori malah mengambil banyak bagian dalam kisah tersebut. Akan lebih baik jika kisah harusnya kisah tersebut dipilih kembali dan hanya ditampilkan bagian terpentingnya saja. Mungkin jika ingin membangun cerita juga tidak perlu dilakukan terlalu lama. Sehingga kisah utama tidak menjadi tersamarkan.

 

Namun, secara keseluruhan film ini masih layak untuk dinikmati. Terlebih akting dari Nana Komatsu dan Masaki Suda yang pastinya tidak diragukan lagi. #TMI. Film ini yang akhirnya membuat Nana Komatsu menerima cinta Masaki Suda setelah beberapa kali menolaknya.

 

Adegan yang mengesankan:


Yarn (2020)

Aoi mendatangi pamannya untuk mengetahui dimana ibunya berada. Dirinya mendapatkan kenyataan bahwa ibunya baru saja meninggal. Aoi yang awalnya ingin mendapatkan permintaan maaf dari ibunya yang telah membiarkan dirinya disiksa pada masa kecil, merasa sedih dengan kenyataan tersebut. Namun, hal yang sebenarnya dirindukannya adalah kasih sayang dan pelukan dari ibunya yang tak pernah dirasakannya. Saat itu Ren hadir dan memeluknya, seakan dirinya mengetahui dan merasakan perasaan Aoi.

 

Dialog mengesankan:

"Benang takdir itu ada, tetapi terkadang benang itu kusut. Lalu terkadang bisa putus. Namun, benang itu tersambung lagi dengan sesuatu. Selama kita hidup, kita akan terus terhubung."

Kaori yang mengetahui bahwa umurnya tidak lama lagi ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Ren dan berharap Ren dapat melanjutkan hidupnya. Dalam adegan ini, Kaori yang memiliki kisah yang hampir sama dengan Ren, dimana sebelumnya dirinya memiliki seorang kekasih yang harus dilepaskan karena takdir. Kaori seakan ingin mengatakan pada Ren bahwa, tidak apa-apa jika Ren ingin bisa kembali bersama dengan Aoi. Jika memang Aoi takdir Ren, maka mereka akan tetap terhubung.

 

Ending:

Happy Ending.

 
Rekomendasi:

Worth to Watch! Untuk pencinta Nana Komatsu dan Masaki Suda wajib nonton film ini. Meski masih banyak yang bisa dioptimalkan, tetapi akting mereka disini tidak mengecewakan.

 

(Aluna)

 

 


Posting Komentar

0 Komentar