Review Film The Rope Curse 3 (2023)

 

Review Film The Rope Curse 3 (2023)

The Rope Curse 3 | 2023 | 1h 49m
Genre : Horror/Thriller | Negara: Taiwan
Director: Shih-Han Liao | Writers: Keng-Ming Chang, Tzu-Ming Ma
Pemeran: Ting-hu Zhang, Hsing-Wen Li, Wu Yi-Jung
IMDB: 4.6
My Rate : 5/10

Kuan Yu, parkour influencer yang memiliki bakat Tao alami, mengabaikan bakatnya dan juga segala hal yang berbau mistis. Hal tersebut membuat orang - orang disekitarnya dalam bahaya termasuk dirinya sendiri setelah iblis Thailand mengincar nyawanya pada Bulan Hantu di sebuah hotel.

Peringatan:

Adegan bunuh diri, melukai diri sendiri, kata kasar, dan kekerasan

 

Sinopsis :

Jia Wei menerima teror mengerikan yang menyebabkan dirinya memilih untuk mengakhiri hidupnya di sebuah hotel. Hotel tersebut dikelola oleh Wan Hua, seorang wanita yang memiliki seorang anak laki - laki. Namun, Wan Hua tidak seperti wanita kebanyakan, aura misteri kuat terpancar dari dirinya.

Di sisi lain, Kuan Yu, pria yang memiliki bakat alami dalam Tao, tidak mempercayai hal - hal yang berkaitan dengan mistis. Setelah mengacaukan pertunjukan tarian dewa dengan melakukan parkour yang akhirnya mengakibatkan salah satu rekannya kesurupan, dirinya juga tidak sadar dengan kesalahannya. Konflik terjadi dengan Kuan Yu dan ayahnya yang seorang master Tao.

Kuan Yu membantu temannya yang bekerja sambilan di hotel tersebut untuk membersihkan kamar yang digunakan Jia Wei untuk bunuh diri. Kejadian tersebut terjadi bertepatan dengan Bulan Hantu dimana gerbang antara dunia manusia dan arwah terbuka. Pada bulan ini juga kekuatan dari para arwah cukup besar.

Teror mulai di alami oleh mereka, tetapi Kuan Yu masih menganggap remeh dengan kejadian aneh yang dirasakannya. Hingga temannya mengalami kejadian buruk dan ditemukan dalam keadaan tergantung. Kuan Yu juga dalam bahaya hingga ayahnya harus datang membantunya. Anak Wan Hua ternyata merupakan Iblis Thailand yang memanfaatkan Wan Hua untuk mewujudkan tujuannya membunuh sang dewa.

Akankah Kuan Yu dapat selamat dari gangguan roh jahat?

 
Ulasan :

The Rope Curse 3 merupakan film ketiga dalam serial film ini setelah The Rope Curse (2018) dan The Rope Curse 2 (2020). Ulasan ini mungkin akan sedikit kejam dibandingkan dengan ulasan lainnya yang pernah ditulis. Bukan berarti film ini jelek, tetapi saat ini saya sedikit setuju dengan nilai yang diberikan oleh IMDB. Sebab dari ketiga film sekuel mungkin film ini yang paling banyak sisi yang harus dioptimalkan lagi.

Berbeda dengan film pertama yang memiliki ide cerita yang cukup jelas dan berhubungan langsung dengan legenda Taiwan mengenai kutukan tali. Di film ketiga ini, topik tersebut seakan hilang dan hanya menjadi hiasan belaka. Di The Rope Curse 2, kita masih bisa melihat ritual penyucian kutukan yang memang penting dan menjadi ide utama cerita di film pertama meski ada unsur tambahan dengan kemunculan iblis thailand dan juga hantu Chair Maiden.

Sedangkan di film ketiga ini, kita sama sekali tidak akan melihat hal tersebut. Ide cerita fokus dengan Iblis Thailand yang kembali muncul dan obsesinya untuk membunuh sang dewa. Hal disayangkan lagi, akhir cerita film kedua yang menunjukkan bahwa iblis tersebut merasuki anak Shu Yi (Karakter utama di film pertama) tidak digunakan secara optimal. Bahkan anak tersebut hanya dijadikan pembuka dan transisi lokasi untuk kemunculan Iblis dengan cerita yang amat sangat baru. Tidak ada hubungan dengan cerita sebelumnya. Hal ini membuat film ini kehilangan jati dirinya dari film pertama.

Mari kita bedah melalui 3-act structure. Mengesampingkan hal yang dijelaskan di atas, pembangunan pondasi cerita tidak terlalu buruk. Penonton akan diperkenalkan pada tokoh utama dengan cerita yang baru, tokoh - tokoh pendukung lainnya, dan kemunculan tokoh sebelumnya yang juga mengambil bagian dalam cerita. Film dibuka dengan adegan penuh misteri dan kejadian mengerikan yang mengindikasikan kemunculan dari Iblis Thailand. Serta juga ditambah dengan informasi waktu dimana terjadi pada Bulan Hantu yang membuat hantu memiliki kekuatan yang lebih besar.

Konflik sedikit demi sedikit diperlihatkan dengan beberapa teror kecil yang belum terlalu menyeramkan. Selanjutnya mulai meningkat setelah Kuan Yu yang arogan dan temannya membantu untuk membersihkan kamar di sebuah hotel yang digunakan untuk bunuh diri. Teror demi teror mulai bermunculan yang membuat suasana menjadi menegangkan. Bahkan banyak kejadian yang memperlihatkan kekuatan dari iblis tersebut. Hingga akhirnya ayah Kuan Yu dan Tao master harus turun tangan.

Penyelesaian tidak terlalu buruk. Kita dapat melihat pertarungan yang cukup menarik dengan menggunakan ritual - ritual yang menarik. Meski tidak terlalu menegangkan. Namun, kita dapat melihat perkembangan karakter dari Kuan Yu dan juga kemenangannya atas iblis tersebut.

Lalu apa yang masih harus jadi perhatian dalam film ini? Sayangnya kesalahan dari film pertama dan kedua masih terulang, yaitu karakter tokoh utama yang 'bodoh'. Karakter Kuan Yu yang dibuat arogan di awal mungkin masih masuk akal, dirinya memilih tidak mempercayai hal mistis karena trauma akan kehilangan adiknya - meski tidak jelas juga hubungannya. Namun, dirinya telah menyaksikan sendiri akibat dari ketidakpedulian dia yang kemudian membahayakan rekan satu timnya.

Mengingat Kuan Yu pernah merasa bersalah atas kematian adiknya, harusnya dia akan tambah merasa bersalah dengan membuat rekannya kesurupan. Sayangnya, karakter Kuan Yu tetap tidak berubah dan ini yang rasanya kurang masuk akal. Dirinya tetap arogan dan tidak mempercayai mistis dengan tidak mengindahkan pesan ayahnya, mengabaikan temannya, dan rasanya membuat karakternya keras kepala dalam artian yang negatif. Bahkan hingga akhir, perkembangan karakternya terlalu lambat. Hal ini sedikit menjengkelkan untuk dilihat. Banyak adegan yang kurang masuk akal. Sebagai contoh, saat temannya ditemukan tergantung, Kuan Yu masih berpikir untuk pergi mencari pisau dan tidak bertindak cepat. Hal aneh lainnya, keributan di kamar 665 sama sekali tidak terdengar darimana pun di dalam hotel tersebut. Bagaimana si ibu pemilik hotel membawa mayat - mayat tersebut?

Entah mengapa baik di film kedua atau ketiga ini, akting pemain utama dirasa kurang. Malah lebih berkesan akting dari pemain pendukung, dalam hal ini Wu Yi Jung yang berperan menjadi Ibu pemilik hotel. Ekspresi dan aksi yang ditampilkan lebih memukau. Sedangkan untuk pemain utama tidak ada yang spesial baik dari cara berbicara, bersikap, atau dari segi ekspresi. Bahkan aktingnya Chang Ting Hu tidak banyak berkembang dari aktingnya di film Secretsin the Hot Spring (2018). Di sisi lain, kita dapat melihat perkembangan kemampuan akting dari Wilson Hsu sebagai Jia Min dibandingkan aktingnya di film kedua.

Dari sisi pengambilan gambar juga tidak ada yang begitu spesial, terlebih lokasi cerita yang seperti hanya berputar - putar dengan kejadian yang juga berputar - putar. Jumpscare yang ditampilkan dibeberapa bagian cukup baik. Beberapa efek yang digunakan cukup baik seperti perbedaan warna yang memisahkan dunia nyata dan dunia arwah. Serta efek - efek lainnya yang digunakan.

Secara keseluruhan, amat disayangkan saat film ini kehilangan jati diri yang telah dibangun di film pertama. Film ini entah mengapa direncanakan akan merilis versi keempatnya. Dari trailer yang beredar dan dari sekilas adegan di akhir film ketiga, cerita benar - benar akan hilang arahnya. Dengan menampilkan sosok baru yaitu hantu Kuntilanak Indonesia, yang bentuknya pasti berbeda dengan gambaran yang umum di Indonesia. Secara terpaksa juga dihubungkan dengan 'bunuh diri'.

Buat kamu yang penasaran dan ingin menonton, film ini masih bisa dinikmati.

 

Adegan yang mengesankan:  

Kuan Yu mengungkapkan penyesalannya atas kematian adiknya di waktu kecil. Dirinya meminta agar ayahnya menyalahkan Kuan Yu atas kelalaian tersebut. Namun, ayahnya tidak ingin menyalahkan Kuan Yu dan malah menyalahkan dirinya karena telah membawa Kuan Yu dan adiknya saat sedang melakukan prosesi penyucian tali, hingga tidak bisa mengawasi mereka.

Adegan ini memperlihatkan bagaimana keduanya merasa bersalah atas yang terjadi di masa lalu. Dimana kejadian tersebut merenggut nyawa orang yang mereka cintai. Jarak yang tercipta antara mereka akhirnya terhapus setelah keduanya mengungkapkan perasaan yang mereka sembunyikan. Solusi dari suatu kerenggangan hubungan sebenarnya adalah keterbukaan dan komunikasi yang baik.

 

Dialog mengesankan:

"I also see life and death clearly and accepted my mandate"

 

Ending:

Happy Ending

 

Rekomendasi:

Okay to watch

 

(Aluna)

 


Posting Komentar

0 Komentar