Anime Supremacy! (Original title:
Haken anime!) | 2022 | 2h 9m
Genre
: Comedy/ Drama | Negara: Japan
Director:
Kôhei Yoshino|
Writers: Yôsuke
Masaike, Mizuki Tsujimura
Pemeran: Riho Yoshioka, Tomoya
Nakamura, Asuka Kudô
IMDB: 6.7
My
Rate : 7/10
Hitomi Saito melakukan debutnya di dunia anime demi mengalahkan idolanya, Chiharu Oji, dan merebut gelar Haken (Supremacy). Namun ambisi itu tidak semudah yang ia bayangkan, terutama saat orang-orang meremehkan kemampuan dan tekadnya.
Peringatan:
Kata
- kata kasar
Sinopsis :
Saito meninggalkan pekerjaannya
sebagai pegawai pemerintah dan terjun ke dunia anime demi satu tujuan:
mengalahkan idolanya, Chiharu Oji. Terpesona oleh karya Oji yang dulu menyentuh
hatinya, ia ingin melakukan hal yang sama dengan caranya sendiri. Namun
idealismenya dipaksa goyah ketika ia berhadapan dengan realitas dunia produksi
yang jauh lebih keras dari bayangannya.
Pengalamannya yang minim dan tidak
adanya latar belakang yang berkaitan dengan dunia anime, membuatnya diremehkan.
Sementara kekakuannya membuat proses produksi terasa semakin berat. Saito juga
harus dihadapkan pada berbagai masalah teknis yang ternyata juga harus
dipikirkannya.
Di
sisi lain, Oji yang telah lama berada di dunia tersebut juga memiliki
masalahnya sendiri: keberhasilan masa lalu yang menjadi beban. Hingga dirinya
tiba - tiba menghilang tanpa berita di tengah proses produksi memberikan
kepanikan pada seluruh staf. Membuat manajernya mendapat ancaman dan tekanan
dari pihak perusahaan.
Pada akhirnya, perjuangan ini
benar-benar tentang gelar—atau tentang menemukan kembali alasan mereka
menciptakan sesuatu?
Ulasan :
Apakah kamu rela meninggalkan
pekerjaan stabil hanya demi mengejar ambisi yang tampak gila bagi orang lain?
Keputusan itu mungkin terdengar bodoh bagi sebagian orang, tetapi tidak bagi
Saito dalam Anime Supremacy!. Film yang diadaptasi dari novel karya Mizuki
Tsujimura ini membuka tirai dunia produksi anime, memperlihatkan proses kreatif
yang penuh tekanan dan konflik yang jarang terlihat oleh penonton.
Ketegangan yang menjanjikan
diperlihatkan langsung pada dialog yang diucapkan Saito di awal wawancaranya.
Namun, pengenalan karakternya memang sempat membingungkan meski perlahan setiap
tokoh menemukan tempatnya. Gelar Haken (Supremacy)—inti dari kompetisi yang
membingkai cerita—dijelaskan dengan sederhana sehingga penonton memahami jalan
cerita tersebut.
Konflik mulai terasa ketika
idealisme bertemu realita: Saito kewalahan oleh dunia produksi yang jauh lebih
luas dari bayangannya, sementara Oji harus menanggung beban kesuksesan masa
lalunya. Gesekan yang dialami para karakter pendukung juga tersaji sejajar
tanpa mengganggu fokus cerita. Ketegangan untuk meraih gelar Haiken juga
digambarkan dengan cara yang cukup unik.
Penyelesaian film ini tergolong
memuaskan. Perkembangan karakter ditampilkan dengan lembut, memperlihatkan
bagaimana masing-masing tokoh mulai memahami peran mereka dalam menciptakan
sebuah anime. Pesan yang ingin disampaikan juga terasa menyentil—tentang
bagaimana sebagian orang terlalu fokus mengejar rating dan keuntungan hingga
lupa pada hal yang paling penting: kualitas cerita itu sendiri.
Meski begitu, ada elemen yang terasa
kurang. Karya Oji—yang menjadi alasan Saito terjun ke dunia anime—seharusnya
tampil lebih jelas untuk memperkuat emosi dan hubungan di antara keduanya.
Konflik personal antara Saito dan Oji yang sempat dibangun dengan baik di awal
pun sayangnya tergeser oleh fokus utama pada persaingan rating, sehingga
kedalamannya tidak sepenuhnya tergali.
Secara teknis, film ini bekerja
dengan baik. Animasi tambahan yang memperkuat tensi terasa menarik, didukung
oleh pergerakan kamera, musik, dan komposisi warna yang solid, meski tidak ada
akting yang benar-benar mencuri perhatian.
Pada akhirnya, Anime Supremacy!
mengingatkan bahwa anime bukan hanya soal gambar indah atau karakter lucu,
tetapi juga cerita yang mampu menyentuh hati. Sebuah pengingat halus bahwa
ambisi, idealisme, dan kualitas sering kali harus diperjuangkan melawan tuntutan
industri yang ingin menjadi yang pertama tanpa memikirkan makna di dalamnya.
Adegan yang mengesankan:
Saito ingin mengubah akhir dari
ceritanya, keputusan yang segera menimbulkan penolakan dari pihak perusahaan.
Namun di tengah kegaduhan itu, tim kreatif justru berdiri di sisinya—mereka
tahu cerita itu lahir dari Saito, dan hanya dia yang memahami ke mana
perasaannya ingin dibawa.
Dalam kenyataan, selalu ada suara
yang meragukan langkah kita. Tapi selama hati kita mantap, tidak ada alasan
untuk gentar. Kehidupan—seperti cerita—adalah sesuatu yang hanya kita sendiri
yang menjalaninya, bukan mereka yang menentang dari kejauhan.
Dialog
mengesankan:
"Ciptakan akhir manakjubkan yang tidak dapat disangkal oleh siapapun"
Ending:
Happy
Ending
Rekomendasi:
Worth
to Watch
(Aluna)

0 Komentar