Takopi's Original Sin (Original
title: Takopii no genzai) | 2025 | 6 Episode
Genre
: Adult Animation/ Anime/ Hand-Drawn Animation/ Psychological Drama/ Time
Travel/ Animation/ Drama/ Sci-Fi | Negara: Japan
Pemeran: Kurumi Mamiya, Reina Ueda,
Konomi Kohara
IMDB: 8.8
My
Rate : 8/10
Takopi, alien dari Happy Planet yang datang ke bumi untuk menyebarkan kebahagiaan, bertemu dengan Shizuka yang merupakan korban perundungan di sekolahnya. Takopi berupaya untuk membuatnya bahagia hingga ingatan Takopi yang hilang, kembali dan membuka segalanya.
Peringatan:
Terdapat
adegan kekerasan, kata - kata kasar, bunuh diri
Sinopsis
:
Takopi
merupakan makhluk aneh berbentuk gurita yang datang dari Happy Planet untuk
menyebarkan kebahagiaan. Pertemuannya
dengan Shizuka—gadis kecil yang hidup dalam keluarga berantakan, diabaikan
ibunya, dan menjadi korban perundungan—membawanya pada kenyataan yang tidak
mampu ia pahami. Niat baik Takopi berujung pada tragedi ketika Shizuka memilih
mengakhiri hidupnya menggunakan alat yang ia berikan.
Dilanda rasa bersalah, Takopi
memutar waktu untuk memperbaiki keadaan, tetapi setiap usaha justru menyeretnya
ke dalam masalah yang lebih rumit. Takopi meyakini bahwa Mari, sang perundung,
adalah sumber segala kesedihan Shizuka. Senyum bahagia ditunjukkan Shizuka saat
Mari terbunuh ditangan Takopi yang ingin melindunginya.
Kebahagiaan itu terasa
janggal—perlahan memunculkan sisi tersembunyi Shizuka yang manipulatif dan
tidak stabil. Hal ini membuat keraguan mulai melingkupi hati Takopi dan membuat
ingatannya yang hilang, kembali. Takopi akhirnya menyadari alasan kedatangannya
yang sebenarnya ke bumi.
Bisakah Takopi benar-benar
memperbaiki semuanya—atau ia justru akar dari kehancuran itu sendiri?
Ulasan :
Apa arti kebahagiaan yang
sesungguhnya ingin kita capai? Takopi’s Original Sin, adaptasi dari serial
manga dengan judul yang sama, mencoba memberikan jawabannya dengan cara yang
tidak biasa—melalui luka, trauma, dan moralitas yang tak lagi hitam-putih. Di
dunia yang penuh kehancuran kecil ini, setiap karakter membawa beban yang tak
terlihat, menjadikan cerita terasa dekat dengan realitas.
Cerita dibuka dengan perkenalan
Takopi, makhluk bulat menggemaskan yang tampak seperti simbol kebahagiaan.
Namun, ilusi itu cepat runtuh ketika Shizuka muncul dengan latar keluarga yang
berantakan dan perundungan brutal yang digambarkan dengan sangat kuat. Begitu
pula dengan Mari, yang perlahan mengungkapkan kehidupannya sendiri yang tidak
kalah kelam. Serial ini membongkar lapisan para tokohnya dengan rapi, membuat
penonton memahami bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang sepenuhnya baik
atau jahat.
Konflik mengemuka saat Takopi—yang
tidak memahami kompleksitas emosi manusia—berusaha memperbaiki hidup Shizuka.
Ketidaktahuannya justru menimbulkan masalah baru, hingga akhirnya kematian Mari
menjadi titik balik yang mengguncang Takopi dan membuatnya meragukan segala
tindakannya. Di balik hubungan Shizuka dan Takopi yang menjadi pusat cerita,
kita juga melihat pergulatan batin Mari dan Naoki, yang sama-sama terluka oleh
keluarga mereka. Konflik mereka saling membentuk satu sama lain, memperlihatkan
betapa rapuhnya dunia anak-anak ini.
Penyelesaian ceritanya dieksekusi
dengan sangat baik melalui sebuah twist yang tak terduga. Setiap karakter
mendapat ruang untuk berkembang, menghadapi masa lalu mereka, dan memahami apa
arti kebahagiaan bagi diri masing-masing. Akhirnya, cerita ini ditutup dengan
nuansa manis-pahit—sebuah kebahagiaan yang tidak sepenuhnya cerah, tetapi
justru terasa lebih manusiawi.
Secara teknis, serial ini bekerja
sangat solid. Visualnya halus dengan transisi yang rapi, ekspresi karakter
dibuat natural sehingga perubahan emosi terlihat hidup di layar. Pengisi suara
pun memberikan performa yang meyakinkan, membawa setiap adegan pada intensitas
yang tepat tanpa terasa berlebihan.
Meski berbentuk animasi, cerita ini
jelas bukan tontonan anak-anak. Tema yang diangkat berat, gelap, dan beberapa
adegan menampilkan kekerasan serta percobaan bunuh diri. Dengan penyajian yang
emosional, serial ini bisa berdampak kuat bagi penonton muda yang belum siap
menghadapinya.
Takopi’s Original Sin bukan hanya
kisah tentang kegelapan hidup, tetapi juga perjalanan untuk menemukan
kebahagiaan yang sebenarnya—kebahagiaan yang lahir bukan dari pelarian,
melainkan dari keberanian menghadapi luka yang paling dalam.
Adegan
yang mengesankan:
Ibu Mari akhirnya menyadari bahwa
sosok yang berdiri di depannya bukanlah putrinya. Dengan tangisan yang
membuncah, dirinya menyadari meski sikapnya yang kasar tidak menghilangkan
kasih sayangnya terhadap Mari dan meminta Takopi mengembalikan Mari. Dalam
sekejap, topeng kebohongan Takopi runtuh dan rasa bersalah datang seperti
gelombang yang tidak bisa ia hindari.
Dalam kenyataan, kita sering
menjadikan kebohongan sebagai tempat berlindung ketika kenyataan terasa terlalu
tajam. Namun, kebohongan tidak pernah benar-benar menyelamatkan—hanya menunda
luka yang pada akhirnya tetap harus dihadapi. Dan semakin lama kita
bersembunyi, semakin besar pula bayangan masalah yang menunggu kita.
Dialog
mengesankan:
"The family that abandoned you and the hearts that will never return."
Ending:
Happy
Ending
Rekomendasi:
Worth
to Watch
(Aluna)

0 Komentar